Senin, 15 Juni 2026 | 21:55
NEWS

Samuel F. Silaen Kritik Tumpulnya Penegakan Hukum Terhadap Raja Judi Online

Samuel F. Silaen Kritik Tumpulnya Penegakan Hukum Terhadap Raja Judi Online
Ilustrasi judi online (Dok Saur)

ASKARA – Sejumlah pegawai dari perusahaan teknologi komunikasi digital, Komdigi, ditangkap oleh pihak kepolisian terkait aktivitas judi online. Namun, hingga kini, pemilik utama bisnis judi online atau yang kerap disebut "raja judol" masih belum tersentuh hukum, memunculkan pertanyaan siapa yang melindungi mereka. Situs-situs judi online, baik yang membayar pekerja Komdigi maupun yang tidak, tetap bebas beroperasi.

Pengamat politik Samuel F. Silaen menilai, pemberantasan judi online hanya berputar dalam lingkaran drama tanpa hasil nyata. “Mengapa setiap ada penangkapan kecil selalu diramaikan dan dibuat seolah menjadi pencapaian besar, sementara ‘rajanya’ tidak pernah disentuh? Ini tanda tanya besar bagi publik!” ungkap Silaen dalam keterangan, Kamis (7/11).

Lebih jauh, Silaen mengkritik bahwa pemberantasan judi online tampak hanya sebagai jargon tanpa aksi nyata. “Negara seakan gagal menegakkan hukum. Para ‘kakap’ tak pernah disentuh. Ini hanya pepesan kosong, seperti sinetron yang terus diperpanjang oleh sutradara dan produsernya,” sindirnya.

Silaen juga menyebut bahwa masyarakat hanya disuguhi drama yang sekadar menutupi kenyataan. “Jika ingin memberantas, seharusnya menyasar biangnya, bukan hanya kelas teri. Jika pusatnya dihancurkan, yang ‘recehan’ akan hilang dengan sendirinya,” kata Silaen, yang juga aktif di organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP).

Menurutnya, penyelesaian masalah judi online hanya mungkin terwujud jika "induknya" diberantas. “Selama tidak ada penanganan dari akarnya, generasi baru yang kebal terhadap ancaman hukum akan terus bermunculan, seperti virus yang berkembang biak,” tambahnya.

Silaen menegaskan bahwa rakyat seolah hanya ditutupi dengan drama agar kenyataan tak terungkap. “Jika ada kemauan yang serius, bisa saja masalah ini diberantas tanpa harus ‘no viral, no justice.’"

Ia juga mengaku frustrasi dengan kinerja aparat yang, menurutnya, masih belum jelas arah. “Jika benar serius, tangkap saja ‘raja judol’-nya. Tapi jangan-jangan, ‘raja judol’ itu adalah bagian dari mereka sendiri. Mana mungkin ‘jeruk makan jeruk’?” tandas Silaen, menutup pernyataannya.

 

 

Komentar