Semen Merah Putih Dorong Solusi Beton Modular Pracetak untuk Atasi Backlog Perumahan
ASKARA – Indonesia menghadapi tantangan besar dalam pemenuhan kebutuhan perumahan dengan backlog yang masih tinggi, khususnya di wilayah perkotaan yang padat penduduk. Pemerintah menargetkan pengurangan backlog menjadi sekitar 5 juta unit pada tahun ini, dari sebelumnya 7,64 juta unit di 2020. Upaya ini didukung oleh anggaran APBN dan investasi sektor swasta melalui program pembangunan rumah berkelanjutan.
Tingginya permintaan hunian mendorong kebutuhan akan konstruksi yang cepat, efisien, dan ramah lingkungan. Hal ini disambut baik oleh PT Cemindo Gemilang Tbk, produsen SEMEN MERAH PUTIH, melalui anak usahanya PT Motive Mulia, yang memperkenalkan solusi inovatif berupa Beton Modular Pracetak atau Prefabricated Modular Concrete. Produk ini menawarkan konstruksi modular dengan beton pracetak dan prategang, guna mempercepat proses pembangunan rumah dengan biaya yang lebih terjangkau.
Dalam acara Workshop Konstruksi Indonesia yang digelar di ICE BSD, Tangerang, pada Kamis (7/11), Akhmad Syamsuddin, Direktur Operasional PT Motive Mulia, menjelaskan bahwa beton modular pracetak ini dapat menjadi solusi untuk percepatan pembangunan hunian yang berkualitas. "Beton modular pracetak memungkinkan penghematan waktu dan biaya, sehingga sangat tepat untuk proyek perumahan di kawasan perkotaan yang membutuhkan pembangunan cepat dan efisien,” ujarnya. Selain fleksibel dalam desain dan konstruksi, sistem modular ini cocok untuk berbagai proyek mulai dari rumah tapak hingga gedung bertingkat tinggi.
Akhmad juga menekankan pentingnya pendekatan berkelanjutan dalam sistem modular tersebut, yang telah mengadopsi teknologi ramah lingkungan. “Produk ini menggunakan semen non-OPC, yang mendukung konstruksi berkelanjutan sesuai kebijakan pemerintah,” tambahnya.
Syarif Hidayat, Head of Technical Marketing PT Cemindo Gemilang Tbk, menambahkan bahwa komitmen perusahaan pada kualitas dan keberlanjutan diwujudkan melalui berbagai inovasi material. Salah satunya adalah Semen Merah Putih FLEXIPLUS (HE), produk non-OPC dengan High Early Strength yang cocok untuk beton modular pracetak. “Kami berharap ini dapat mengurangi jejak karbon sektor konstruksi di Indonesia dan mendukung target Net Zero Emission pada 2060,” kata Syarif.
AP3I (Asosiasi Perusahaan Pracetak dan Prategang Indonesia) menyambut baik inisiatif ini dan mendukung penyebaran teknologi modular di sektor konstruksi pracetak dan prategang. Ir. Dudung Maulana Textianto, Sekretaris Jenderal AP3I, mengungkapkan bahwa rumah modular seperti yang ditawarkan Beton Merah Putih dapat menjadi solusi tepat untuk memenuhi target 3 juta rumah pemerintah dan mengurangi backlog perumahan. “Kami juga berkomitmen mendukung penggunaan material pracetak ramah lingkungan demi masa depan konstruksi yang lebih hijau dan berkelanjutan,” ujarnya.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah awal menuju perubahan paradigma konstruksi yang berkelanjutan di Indonesia.

Komentar