ASKARA – Sekolah Pascasarjana Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), bersama Forum Komunikasi Dosen (FKD) wilayah khusus Jakarta, menggelar Diskusi Topik Khusus Ilmu Pemerintahan bertema "Peningkatan Pengetahuan Intelijen untuk Mendukung Pemerintah Desa." Diskusi ini dilaksanakan pada Jumat, 25 Oktober 2024, bertempat di Gedung Pascasarjana IPDN, Jl. Ampera Raya No.1, Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Acara ini dihadiri oleh narasumber utama, antara lain Prof. Dr. Muh. Ilham, M.Si. (Direktur Sekolah Pascasarjana IPDN), Prof. Dr. Mansyur Achmad, M.Si. (Kaprodi Doktor IPDN), Laksda TNI (Purn) Soleman B. Ponto (mantan Kepala Bais TNI), Dr. Royadi, S.H., M.M., CfRA. (praktisi dan birokrat Kemendagri), serta Dr. Ir. Imam Rozikin, IPU. (akademisi dan pengurus FKD). Diskusi ini dimoderatori oleh Dr. Andi Fitri R., S.IP., M.Tr.IP. (Sesprodi Doktor IPDN, Ketua FKD Daerah Khusus Jakarta).
Dalam sesi diskusi, Laksda TNI (Purn) Soleman B. Ponto menekankan pentingnya penggunaan data dalam intelijen untuk membangun desa. "Tanpa data yang akurat, kita hanya mengandalkan logika. Hal ini penting dalam mendukung pengembangan desa," ujarnya.
Dr. Royadi, S.H., M.M., CfRA. menambahkan, perubahan Undang-Undang Desa dari No. 6 menjadi No. 3 yang mengatur masa jabatan kepala desa menjadi dua tahun, bertujuan untuk memperkuat pembangunan desa. “Pembangunan desa harus difokuskan pada peningkatan kesejahteraan, kualitas hidup, serta infrastruktur yang mendukung ketahanan ekonomi desa,” jelasnya.
Dr. Ir. Imam Rozikin, IPU., juga menggarisbawahi pentingnya intelijen dalam membantu perangkat desa membuat keputusan yang tepat. "Pengetahuan intelijen memungkinkan kita memilah informasi yang relevan, mendukung kepala desa dalam merencanakan pembangunan hingga tingkat nasional," paparnya.
Diskusi ini ditutup dengan sesi tanya jawab dan foto bersama, memperkuat sinergi antara akademisi, praktisi, dan mahasiswa untuk membangun pemerintahan desa yang lebih responsif dan berdaya saing tinggi.