ASKARA - Paus Leo XIV dijadwalkan menjalani operasi untuk mengangkat nodul kecil yang terlokalisasi di paru-parunya di Rumah Sakit Gemelli, Roma, Selasa (13/10/2026). Selama menjalani perawatan, seluruh agenda audiensi Paus dibatalkan hingga Selasa (20/10/2026).
Informasi tersebut disampaikan Prefektur Rumah Tangga Kepausan. Paus dijadwalkan masuk rumah sakit pada Selasa menjelang siang untuk menjalani tindakan medis terhadap nodul yang ditemukan dalam pemeriksaan kesehatan baru-baru ini.
Paus Leo XIV sendiri telah menyampaikan rencana operasi tersebut saat memimpin doa Angelus pada Minggu. Ia menjelaskan bahwa pemeriksaan medis menemukan sebuah nodul kecil yang terlokalisasi di paru-parunya.
Direktur Kantor Pers Takhta Suci, Matteo Bruni, menjelaskan pada Senin bahwa temuan tersebut diketahui melalui pemeriksaan rutin. Ia juga mengonfirmasi bahwa masa rawat inap setelah operasi diperkirakan berlangsung sekitar satu pekan.
Sebelum menjalani perawatan, Paus tetap memenuhi seluruh agenda audiensi yang telah dijadwalkan pada Senin pagi. Namun, ia tidak akan menghadiri sesi sore pertemuan di Aula Paulus VI yang memperingati 10 tahun penerbitan dokumen Amoris laetitia, seruan apostolik Paus Fransiskus tentang kasih dalam keluarga.
Kabar mengenai kondisi kesehatan Paus Leo XIV telah mengundang pesan dukungan dari berbagai Gereja dan pemimpin politik di lima benua. Dukungan tersebut mengiringi persiapan Paus menjalani tindakan medis sekaligus penyesuaian agenda kegiatan Takhta Suci.
Kardinal Tagle Pimpin Misa di Vatikan
Perawatan Paus turut mengubah agenda pertemuan yang membahas satu dekade penerbitan Amoris laetitia. Pastor Yesuit Giacomo Costa, yang bertanggung jawab atas metodologi pertemuan dan menjadi konsultan Sekretariat Jenderal Sinode, menjelaskan bahwa operasi dan masa pemulihan Paus mengharuskan sejumlah penyesuaian.
Salah satunya adalah perayaan Misa pada Rabu (14/10/2026) di Lapangan Santo Petrus. Misa tersebut semula dijadwalkan dipimpin Paus Leo XIV bersama para peserta pertemuan, termasuk para pemimpin Gereja-Gereja Timur, ketua konferensi waligereja, pasangan suami istri, dan para ahli.
Namun, Paus tidak lagi memimpin perayaan tersebut. Tugas itu dipercayakan kepada Kardinal Luis Antonio Tagle, Pro-Prefek Dikasteri untuk Evangelisasi sekaligus Dekan baru Dewan Kardinal.
Pastor Costa mengatakan, perayaan Ekaristi tersebut akan menjadi kesempatan untuk mendoakan kesehatan Paus dan keluarga-keluarga.
“Selama Misa, kami secara khusus akan berdoa bagi kesehatan Bapa Suci, sekaligus bagi keluarga-keluarga,” kata Pastor Costa dalam pengarahan di Kantor Pers Takhta Suci.
Paus Ingin Mendengarkan Hasil Pertemuan
Selain perubahan agenda liturgi, perawatan Paus juga memengaruhi rencana penerbitan laporan sintesis hasil pertemuan Amoris laetitia.
Menurut Pastor Costa, Paus Leo XIV sebenarnya ingin mendengarkan langsung kesimpulan para peserta dan menyampaikan refleksinya sendiri. Karena itu, Paus meminta agar laporan tersebut tidak diterbitkan sesuai jadwal semula.
Paus ingin terlebih dahulu mendengarkan isi laporan sebelum memberikan tanggapan. Setelah keluar dari rumah sakit, ia berencana mempelajari kembali dokumen tersebut beserta bahan-bahan lain dari pertemuan sebelum menyampaikan refleksinya.
Langkah itu menunjukkan bahwa meskipun harus menjalani perawatan medis, Paus tetap menaruh perhatian pada proses pembahasan dan hasil pertemuan mengenai keluarga dalam kehidupan Gereja.
Untuk sementara, agenda kepausan disesuaikan dengan kebutuhan perawatan dan pemulihan. Umat Katolik di berbagai belahan dunia pun mengikuti perkembangan kondisi Paus Leo XIV sembari menyampaikan doa dan dukungan bagi kesehatan Bapa Suci.