Prof. Rokhmin Dahuri: Dalam Politik Moral Kekuasaan Bukan Tujuan Akhir
ASKARA - Pasca Pilpres 2019, bahkan yang terbaru Pilpres 2024 banyak yang melihat bahwa politik moral di Indonesia sudah hilang. Yang terjadi adalah politik kekuasaan, karena para politikus yang bernaung di partai politik lebih mengedepankan bagaimana mendapatkan kekuasaan dan mengabaikan moral.
Menanggapi hal tersebut, Guru Besar IPB University, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri MS menegaskan peran partai politik dalam politik moral sangat penting sekali untuk memperbaiki bangsa. Menurutnya dalam politik saat ini siapapun akan menghalalkan segala cara demi mencapai tujuan kekuasaan politiknya.
"Karena dalam politik moral kekuasaan bukan tujuan akhir, tetapi sebagai alat perjuangan untuk mewujudkan cita-cita moral kemanusiaan, juga punya kemampuan memperbaiki bangsa," ujar Prof. Rokhmin Dahuri kepada media, usai menjadi pembicara pada Dialog Kebangsaan Radio Silaturahim (Rasil) Network di Pendopo Rumah Makan Bawah Pohon, Cibubur, 4 Oktober 2024.
Untuk itu, tegasnya, sebagai muslim sudah ada rumusnya, bahwa untuk mencapai ketakwaan antara lain: Pertama, perbaiki dulu kualitas masing-masing (ibdabinafsih). Jadi apapun jadilah yang terbaik. Kedua, berdakwah
Ketiga, memberikan hukuman kepada pemimpin yang cacat moral, nepotisme, pembohong. Tapi juga memberikan reward kepada pemimpin yang berhasil.
"Untuk itu saya sebagai politikus mohon doa semoga amanah dan Istiqomah dijalan kebenaran," imbuh anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan itu.
Dalam kesempatan itu, Prof. Rokhmin Dahuri menekankan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita mempunyai nawaitu (niat) yang sama dalam mencapai Indonesia maju, adil-makmur, damai, berdaulat, dan penuh limpahan rahmat Allah. Yakni, pemimpin harus beriman dan bertakwa.
“Takwa itu bukan hanya hanya pasif, tetapi pemimpin yang beriman dan bertakwa bukan hanya untuk diri sendiri juga keluarga tetapi sistem kehidupan. Kondisi kehidupan Indonesia juga dibuat kondusif untuk orang yang beriman dan bertakwa. Jangan seperti sekarang , segala macam birahi itu dirangsang,” sebut Menteri Kelautan dan Perikanan 2001 - 2004 itu.
Menurutnya, kalau Negara kita yang Pancasila diisi oleh orang-orang yang beriman dan bertakwa, maka Allah akan melimpahkan berkah yang datangnya dari langit dan bumi. Dengan begitu, negara ini menjadi baldatun toyyibatun warrobun ghofur (negeri yang subur, makmur, adil, dan aman).
Sebagaimana firman Allah dalam Aquran surah al-Araf ayat 96. ”Dan sekiranya penduduk suatu negeri beriman dan bertakwa, pasti Allah akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Allah), maka Allah siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.”
Lalu, Prof Rokhmin Dahuri mengutip hadits Rasulullah SAW, bahwa jangan memberikan jabatan kepada orang yang meminta. “Kita harus merebut kekuasaan itu bukan untuk keluarga dan kelompoknya, tetapi untuk kesejahteraan kemajuan bangsa ini, dan saya yakin nonmuslim kalau orang Islamnya rahmatan lil alamin, cerdas, bekerja keras, mereka juga mau,” imbuh Cendikiawan Muslim yang juga Pakar Ekonomi Kelautan itu.
Bahkan, lanjutnya, hidup pemimpin bangsa pun akan dihiasi dengan nilai-nilai kejujuran (shidiq), amanah, fathonah, dan tabligh.
"Juga, pemimpin yang amanah ini akan hidup sederhana, tidak bermegah-megahan dan jauh dari perbuatan maksiat," tandas anggota Dewan Pakar MLH – Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu.

Komentar