Senin, 15 Juni 2026 | 21:55
NEWS

Kontroversi Ilmiah di Situs Gunung Padang: Antara Penemuan Arkeologi dan Spekulasi Liar

Kontroversi Ilmiah di Situs Gunung Padang: Antara Penemuan Arkeologi dan Spekulasi Liar
Situs Gunung Padang(Dok Danny Hilman)

ASKARA - Danny Hilman Natawidjaja, peneliti senior dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), baru-baru ini menjelaskan secara rinci perihal susunan batuan di situs megalitikum Gunung Padang, yang terletak di Cianjur, Jawa Barat. Dalam penjelasannya, ia memaparkan bahwa terdapat dua unit susunan batuan yang ditemukan, yakni Unit 1 dan Unit 2, yang menjadi pusat kontroversi ilmiah dalam upaya memahami asal-usul situs ini.

Dua Unit Susunan Batuan di Gunung Padang

Unit 1 merupakan formasi batuan yang membentuk tangga batu dan dinding pada Teras 1 (T-1). Selain itu, Unit 1 juga terdiri dari batu-batu kolom yang didirikan di sepanjang pinggiran teras dan membentuk pola ruang tertentu di sekitar T-1. Ini adalah formasi yang sudah dikenali dan diakui oleh para arkeolog sebagai punden berundak, sebuah struktur khas peninggalan peradaban Nusantara. Danny Hilman menyebutkan bahwa analisis radiocarbon dating terhadap unsur organik yang terkait dengan Unit 1 menunjukkan umur sekitar 3000 hingga 4000 tahun.

Sementara itu, Unit 2 adalah susunan batu kolom yang membentuk dinding antara T-1 dan Teras 2 (T-2), serta lantai di T-1 yang tertimbun oleh lapisan tanah tipis dan ditumbuhi rumput. Menariknya, Unit 2 ini juga ditemukan menjadi lantai di Teras 2 (T-2) dan Teras 3 (T-3). Hasil eskavasi arkeologi menunjukkan bahwa susunan batuan Unit 2 ini terus berlanjut ke dalam tanah, bahkan setelah digali hingga kedalaman tiga meter, dasarnya masih belum ditemukan. Analisis radiocarbon terhadap unsur organik yang berasosiasi dengan Unit 2 menunjukkan usia yang lebih tua, yaitu sekitar 7500 hingga 8000 tahun.

Kontroversi: Susunan Alamiah atau Buatan Manusia

Kontroversi ilmiah yang muncul dari temuan ini berkisar pada bagaimana Unit 2 harus dipahami. Danny Hilman menjelaskan bahwa tidak ada perdebatan mengenai Unit 1 yang jelas merupakan susunan manusia, tetapi Unit 2 menimbulkan pertanyaan besar. Apakah Unit 2 adalah formasi batuan alamiah yang dikenal sebagai columnar joint, atau justru merupakan struktur yang disusun manusia jauh sebelum Unit 1?

Pertanyaan inilah yang menjadi inti dari kontroversi ilmiah sebenarnya. "Apakah Unit 2 adalah susunan alamiah atau buatan manusia?" inilah yang harus dijawab oleh para ilmuwan dengan kajian mendalam. Perdebatan ini penting karena jika terbukti bahwa Unit 2 adalah buatan manusia, maka hal ini bisa menjadi petunjuk tentang peradaban manusia di wilayah tersebut jauh lebih tua daripada yang diketahui sebelumnya.

Membantah Spekulasi dan Gosip Tak Berdasar

Dalam keterangannya, Danny Hilman juga menegaskan bahwa kontroversi ini murni terkait dengan kajian ilmiah, bukan tentang spekulasi liar yang kerap beredar di masyarakat. Salah satu gosip yang paling sering dikaitkan dengan situs Gunung Padang adalah klaim adanya "berton-ton emas" yang tersembunyi di dalam situs tersebut. Menanggapi hal ini, Danny dengan tegas menyatakan bahwa klaim tersebut tidak berdasar dan tidak memiliki dukungan bukti ilmiah.

"Masalah sebenarnya adalah perdebatan ilmiah tentang apakah Unit 2 ini alamiah atau buatan manusia, bukan punden berundak versus piramida, apalagi soal gosip seperti ada berton-ton emas di dalamnya. Itu murni spekulasi tanpa dasar ilmiah," tegas Danny.

Pendekatan Ilmiah untuk Memahami Sejarah Gunung Padang

Melalui penelitian yang mendalam, Danny Hilman dan timnya berharap dapat mengungkap lebih banyak tentang sejarah situs Gunung Padang. Dengan menggunakan berbagai metode ilmiah, seperti radiocarbon dating dan eskavasi, penelitian ini akan terus berupaya untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai fungsi dan asal-usul susunan batuan di situs tersebut. Danny menekankan bahwa upaya ini bertujuan untuk memperkaya pengetahuan kita tentang sejarah peradaban Nusantara, tanpa terpengaruh oleh klaim-klaim sensasional yang tidak memiliki dasar ilmiah.

Situs Gunung Padang sendiri memang telah menjadi pusat perhatian para peneliti dan masyarakat luas karena usianya yang diperkirakan lebih tua dari banyak situs megalitikum lainnya di dunia. Jika hasil penelitian lebih lanjut dapat membuktikan bahwa Unit 2 adalah struktur buatan manusia, maka temuan ini bisa menjadi salah satu penemuan arkeologis terbesar yang mengubah pandangan kita tentang sejarah peradaban di Indonesia.

 

 

Komentar