Mayjen TNI (Purn) Dr. Saurip Kadi: Prabowo Subiyanto Nothing to Lose
ASKARA – Mayjen TNI (Purn) Dr. Saurip Kadi, Ketua Gerakan Memuliakan Orang Indonesia (GeMOI), menjelaskan bahwa GeMOI didirikan oleh lulusan AKABRI 1973 untuk mendukung Prabowo Subiyanto sebagai presiden terpilih. "Tahap awal tentu untuk memberi masukan, terutama dalam penyusunan kabinet dan program kerja yang sesuai dengan janji politiknya," kata Saurip Kadi kepada media, Jumat (21/9).
GeMOI sebagai gerakan non-partisan, lanjut Saurip, akan bermitra dengan kaum terdidik, tokoh masyarakat, LSM, dan ormas untuk mendukung pemerintahan dan mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Saat ditanya tentang Prabowo, Saurip menggambarkan Prabowo sebagai sosok "nothing to lose" yang tidak mengejar pangkat, jabatan, materi, atau pujian. "Prabowo sudah selesai dengan dirinya sendiri, tidak takut miskin atau terkena post-power syndrome. Dia sudah hidup enak sejak kecil, menjadi menantu presiden, dan kini hidup dengan berlimpah," jelasnya. Saurip menegaskan bahwa Prabowo hanya akan fokus menciptakan warisan yang mulia bagi generasi penerus bangsa.
Mengenai masa lalu Prabowo yang pernah dicopot dari jabatan militer, Saurip menegaskan bahwa hal itu harus dilihat dengan ukuran zaman itu. "Prabowo terlambat mengubah pandangannya tentang kedaulatan rakyat, tetapi dia hanya diperiksa di Dewan Kehormatan Perwira dan sudah menanggung konsekuensi sebagai perwira tinggi serta menantu Presiden Soeharto," jelasnya. Menurut Saurip, pengalaman pahit itu akan berguna bagi Prabowo dalam memimpin negara ke depan.
Saurip optimis bahwa Prabowo akan membentuk kabinet ahli atau zaken yang tidak berdasarkan koalisi partai. "Prabowo tahu dirinya dipilih langsung oleh rakyat dan akan menjalankan program-program yang membuatnya terpilih," ujarnya.
Saat ditanya tentang kelemahan Prabowo, Saurip mengakui bahwa Prabowo mungkin kurang memahami realitas kesulitan di lapangan karena latar belakangnya yang kaya dan terpandang. Namun, kelemahan itu akan teratasi dengan adanya para pembantu yang kompeten dalam kabinetnya.
Saurip juga yakin bahwa Prabowo akan menerbitkan PERPPU Pembuktian Terbalik dalam waktu dekat, dan dalam jangka menengah akan melaksanakan program Rekonsiliasi Nasional untuk menyembuhkan luka masa lalu. Sebagai negarawan sejati, Prabowo juga diprediksi akan merancang UUD baru yang ber-DNA Pancasila.
"Prabowo tahu bahwa untuk menjadi negara maju, tidak hanya dibutuhkan infrastruktur ekonomi dan sumber daya manusia yang berkualitas, tetapi juga sistem kenegaraan yang harus ditata ulang agar NKRI menjadi wadah yang setara bagi seluruh anak bangsa," pungkas Saurip.

Komentar