Rabu, 17 Juni 2026 | 22:30
NEWS

Devi Safitri, Mantan Kuli Angkut Pasir Raih Emas Pertama untuk Kalbar

Devi Safitri, Mantan Kuli Angkut Pasir Raih Emas Pertama untuk Kalbar
Devi Safitri raih emas pertama untuk Kalbar (Dok Fransisca)

ASKARA - Devi Safitri atlet hapkido membuat kejutan dengan menyumbang emas pertama untuk provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024 Aceh-Sumatera Utara. Atlet berusia 27 tahun ini mengalahkan Jenifer Priscila Mamoto di final nomor daeryun kelas 59-63 kilogram putri di GOR KONI, Banda Aceh, Selasa (10/9). 

Devi menang 13-10 atas Jenifer. Kemenangan ini sekaligus membayar kekalahannya dari Jenifer di  Pra PON. Tidak hanya membanggakan Kalbar, kemenangan ini merupakan buah kerja kerasnya. Kehidupan Devi tidak lah mudah. Sejak remaja dia melewati hidup yang berat. Setelah kedua orang tuanya meninggal dunia, bersama sang adik mereka tinggal bersama dan kakek dan neneknya. Namun, kehidupan yang serba kekurangan tidak membuatnya patah semangat. Ayahnya meninggal dunia saat ia kelas 2 SMA atau berusia 16 tahun pada 2013. Selang 100 hari, giliran ibunya berpulang. Dia pun ditakdirkan jadi yatim piatu. 

"Saya tak tahu apa yang harus saya lakukan setelah beruntun orang tua saya meninggal dunia hanya berselang 100 hari," kenang Devi. 

Devi yang berasal dari keluarga tak mampu, melakoni pekerjaan apapun. Tanpa gengsi. Dia rela mengantre di POM bensin membawa dirijen untuk jualan bensin eceran. Dia bekerja untuk seorang agen dengan imbalan Rp60.000 per 100 liter bahan bakar yang terjual. Devi juga pernah nyambi sebagai kuli sindang mengangkut pasir. Berkat bantuan pamannya dia berhasil menyelesaikan sekolahnya.

"Paman membantu membiayai sekoah saya dan adik. Saya lakukan itu untuk membantu paman yang punya usaha angkutan pasir. Lumayan buat jajan," tuturnya.

Di luar kesibukan sekolah dan bekerja, Devi menyempatkan diri untuk berlatih taekwondo. Lalu pada tahun 2016 dia beralih ke cabang olahraga hapkido.Lantaran DNA beladiri mengalir di tubuhnya, Devi sangat cepat menyerap materi pelatihan. Dari sanalah, kehidupannya berubah lebih baik.

Berkat ketekunannya, dia hanya butuh satu tahun untuk menggores prestasi di hapkido. Devi menjuarai kejuaraan nasional di Jogyakarta tahun 2017. Sejurus kemudian dia tampil pada kejuaraan dunia di Korea Selatan 2018. Devi nyaris gagal terbang ke negeri ginseng, karena terbentur dana. Tapi, berkat dukungan orang di sekitar dan rasa percaya diri, akhirnya dia bisa berlaga di kejuaraan dunia, dan keluar sebagai juara kelas daeryun under 63 kilogram. Dia pun disambut pejabat Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Atas prestasi itulah, kehidupannya berubah. Pangdam XII Tanjung Pura, Mayjend Ahmad Supriadi membuka pintu bagi Devi untuk mengikuti tes Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad). Dia pun dinyatakan lulus seleksi. 

"Saya bisa seperti ini berkat orang-orang tercinta seperti Bupati dan Wakil Bupati Kubu Raya, Pangdam XII Tanjung Pura, Dinas Pariwisata dan Olahraga dan tentu pelatih saya, Nim Rusli. Saya tak akan melupakan jasa mereka," kata Devi. 

 

 

Komentar