Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:53
NEWS

Optimalisasi Pertanian: Pilar Utama Menuju Indonesia Emas 2045

Optimalisasi Pertanian: Pilar Utama Menuju Indonesia Emas 2045
Prof Dr Ir Rokhmin Dahuri MS menyampaikan gagasannya dalam diskusi Ketahanan Pangan, Politik Pangan dan Harga Diri Bangsa

ASKARA - Dalam menghadapi tantangan pangan yang semakin kompleks di Indonesia, Guru Besar IPB University, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS menyoroti pentingnya mengoptimalkan potensi pertanian dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan pada impor. 

"Masalah pangan di Indonesia sebagian besar disebabkan oleh faktor non-teknis, termasuk kebijakan impor-ekspor yang belum optimal," ujar Prof Rokhmin Dahuri dikutip TVRIWorld, Senin (19/8).

Dalam diskusi Ketahanan Pangan, Politik Pangan dan Harga Diri Bangsa yang diselenggarakan Masyarakat Penegak Konstitusi (MPK) di Jakarta, 15 Agustus lalu, Prof Rokhmin menekankan bahwa pangan bukan hanya kebutuhan pokok, tetapi juga faktor yang mempengaruhi kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat. 

Oleh karena itu, pangan menjadi elemen penting dalam membangun bangsa yang kuat dan bermartabat.

"Menurut data ilmiah dari berbagai instansi, potensi kita untuk berswasembada pada komoditas tertentu seperti beras, jagung, kedelai, dan gula seharusnya bisa dicapai dengan memanfaatkan lahan dan teknologi yang ada untuk meningkatkan produktivitas," kata Prof. Rokhmin Dahuri yang juga anggota DPR RI periode 2024 - 2029 itu.

Beliau juga menggarisbawahi bahwa pemerintah dan pemangku kepentingan di sektor pertanian harus segera mengantisipasi penyusutan hasil pertanian akibat konversi lahan dan fenomena iklim ekstrem seperti El Niño, yang menambah tantangan. 

Dukungan yang lebih kuat untuk sektor pertanian, menurut Prof. Rokhmin, dapat mengurangi impor pangan dan memaksimalkan produksi dalam negeri.

Lebih jauh lagi, Prof. Rokhmin menegaskan bahwa optimalisasi sektor pertanian ini tidak hanya penting untuk ketahanan pangan saat ini, tetapi juga merupakan fondasi bagi visi Indonesia menuju Generasi Emas 2045. 

"Untuk mencapai Generasi Emas 2045, di mana Indonesia diharapkan menjadi negara maju dengan kualitas sumber daya manusia yang unggul, ketahanan pangan adalah salah satu pilar utama. Dengan mengurangi ketergantungan pada impor dan memastikan ketersediaan pangan yang berkualitas, kita dapat mewujudkan masyarakat yang sehat, cerdas, dan produktif," ujar beliau.

Dengan demikian, langkah-langkah strategis dalam sektor pertanian bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi juga tentang membangun masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

Komentar