Di Acara Silaturahim Kebangsaan Dulur Cirebonan Bergema Kembali Terbentuknya Provinsi Cirebon Raya
ASKARA - Wacana pembentukan Provinsi Cirebon Raya kembali bergema di acara Silaturahim Kebangsaan Dulur Cirebonan Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan) di Rumah Dinas Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ahad, 11 Agustus 2024.
Jika disetujui oleh pemerintah, Provinsi Cirebon Cirebon Raya akan menjadi provinsi baru dengan lebih dari 6 kabupaten, termasuk Cilacap, Brebes, Indramayu, Cirebon, Majalengka, dan Kuningan yang sebelumnya masuk wilayah Jawa Barat. Saat ini Kota Cirebon memiliki luas wilayah 5.525,35 km persegi dan populasi sebanyak 7.023.869 jiwa pada tahun 2023.
Ketua Umum Dulur Cirebonan, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS menyatakan aspirasi masyarakat untuk pembentukan Provinsi Cirebon Raya patut diapresiasi.
“Provinsi Cirebon sejak 15 tahun lalu sudah kita perjuangkan. Saya salut dengan teman-teman Cirebon yang memperjuangkan berdirinya Provinsi Cirebon Raya,” ujar anggota DPR periode 2024-2029 itu.
Prof. Rokhmin Dahuri menegaskan dari segi teknis, ekonomi, maupun sosial politik terbentuknya Provinsi Cirebon Raya sudah memenuhi syarat semua. “Mudah-mudahan moratorium dibuka kembali. Kita tunggu saja,” ucapnya.
Prof. Rokhmin Dahuri menekankan Pembentukan Provinsi Cirebon Raya merupakan aspirasi dari rakyat bahwa dan semua persyaratan ekonomi, politik, pendapatan asli daerah supaya tidak ada ketergantungan dari pusat. “Saya meyakini pemerintah pusat dengan senang hati akan merestui. Faktanya Provinsi Jawa Barat terlalu besar,” ujar Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan-IPB University itu.
Kemudian Prof. Rokhmin Dahuri menegaskan, untuk bupati, walikota di daerah ciumajakuning pertama, orang yang berkompeten, punya kemampuan dan kecerdasan. Kedua, orang yang punya akhlak, amanah shiddiq, fatonah.
“Kemudian, tabligh. Jadi seorang pemimpin juga harus bisa menyampaikan, jangan yang tidak bisa ngomong dalam perannya,” sebutnya.
Ketiga, sebagai orang beriman harus punya takwa yang kuat. Karena di zaman materialism orang perhitungannya dunia. Penjarahan nikel dan timah itu karena takwanya buruk.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2021, Prof. Dr. KH. Said Aqil Siraj berharap mudah-mudahan Provinsi Cirebon Raya segera terwujud.
“Kita harus benar-benar fokus untuk membangun Cirebon. Banyak Sekali orang-orang pintar yang kita harapkan bisa membangun Cirebon, seperti Prof. Komarudin dan Prof. Rokhmin Dahuri,” tandasnya.
Selanjutnya, Rektor Universitas Nasional Jakarta, Prof. Dr. Komarudin, M.Si mengatakan, keinginan pemerakan itu harus dilakukan kajian lebih mendalam, lebih komprehensif.”Karena tujuan dari pemekaran tiada lain adalah untuk kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Sehingga, sebutnya, segala sesuatunya harus dipertimbangkan karena keingin ini bukan semata-mata politis, Oleh karena itu ia menegaskan, tokoh Cirebon juga harus mendengarkan pimpinan provinsi Jawa Barat untuk mempersiapkan. “Sehingga kedepannya menjadi sesuatu yang memberikan kebaikan bersama,” ujarnya.
Saling Tolong Menolong
Pada kesempatan itu,Prof. Rokhmin Dahuri mengupas sekilas sejarah didirikannya Dulur Cirebonan. Didirikan sejak awal tahun 70an oleh senior-senior Cirebon yang tujuan utamanya untuk saling menolong, saling membesarkan, menjalin silaturahim antar orang-orang dari Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan yang tinggal di di Jadebotabek.
“Tujuan utama didirikannya Dulur Cirebonan adalah sebagai paguyuban yang saling membantu, saling membahagiakan dan memperkuat antarwarga Cirebon,” papar Menteri Kelautan dan Perikanan 2001-2004 itu.
Kemudian, lanjutnya, bagaimana masyarakat Cirebon, Indramayu, Kuningan, Majalengka berkontribusi untuk kemajuan bangsa Indonesia, kemakmuran, dan kedaulatan rakyat. “Kalau ada orang yang butuh bantuan dan masalah lain yang bisa kita bantu akan kita lakukan. Tentunya orang yang kami tolong tahu diri jangan memanfaatkan kebaikan orang,” ujarnya
Menurutnya, bukan hanya bantuan berupa uang bagi yang membutuhkan. “Kita pun sebagai pejabat, decision maker, bisa mempermudah supaya anak-anak Cirebon yang memang punya potensi bisa menduduki jabatan-jabatan strategis. Yang penting persyaratan duniawinya, yakni kompetensi dan profesionalismenya terpenuhi,” tegasnya.
“Yang terakhir, Dulur Cirebonan juga kita untuk gunakan sebagai media untuk saling mengingatkan, saling mengayomi, untuk memastikan bahwa kita semua Dulur Cirebonan di akhirat masuk surga, bukan masuk neraka,” ujar ketua umum Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) itu.

Komentar