Saba Baduy Voluntrip Bersama Marno Sunarya
ASKARA – Artsy Community, bagian dari Artsy Creative Agency, dengan penuh semangat mengumumkan acara fenomenal yang telah berlangsung, Saba Baduy Voluntrip. Acara ini digelar pada Sabtu, 29 Juni 2024, di Desa Kanekes, yang merupakan lokasi Suku Baduy Luar.
Artsy Community menggandeng tokoh inspiratif asli Suku Baduy, Marno Sunarya, yang akan meluncurkan usaha agen pariwisatanya bernama "Saba Baduy". Marno, dengan dedikasi luar biasa, mematahkan stigma bahwa Suku Baduy tidak berpendidikan dengan melanjutkan studi di bidang Kesejahteraan Sosial di Universitas Indonesia. Tujuannya adalah memperkaya dan memberdayakan komunitasnya, Suku Baduy, sehingga mereka dapat menjadi pemimpin dalam mengelola sumber daya alam dan warisan mereka.
"Saya ingin memastikan bahwa kami, sebagai masyarakat Baduy, menjadi pelaku utama dalam mengelola sumber daya yang kami miliki, bukan sekadar menjadi penonton atau pelengkap dari inisiatif yang dikendalikan oleh pihak luar," ungkap Marno.
Acara "Saba Baduy Voluntrip" dirancang untuk memfasilitasi interaksi budaya yang autentik antara masyarakat Baduy dan pengunjung, dengan tujuan mempromosikan pemahaman dan apresiasi terhadap budaya Baduy. Inisiatif ini memberikan platform bagi masyarakat Baduy untuk menunjukkan dan mengelola keahlian mereka, mulai dari tenun tradisional hingga pertunjukan musik Celempung. Selain pariwisata, para volunteers juga memperhatikan isu kesehatan yang sering dihadapi oleh masyarakat Baduy, khususnya masalah kesehatan gigi.
Dalam rangka ini, Artsy Community menggandeng mahasiswa kedokteran gigi dari Universitas Indonesia dan Universitas Trisakti, didukung oleh expert dari Klinik Gigi Afya Dental Care. Mereka memberikan sosialisasi kesehatan gigi serta menyumbangkan alat-alat kesehatan gigi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Baduy, sebagai bagian dari upaya kesehatan preventif dan edukasi.
Dengan peluncuran ini, Marno dan Artsy Community berharap untuk menetapkan standar baru dalam pengelolaan dan pemanfaatan pariwisata budaya yang etis dan inklusif, yang mengutamakan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat lokal.

Komentar