Rabu, 17 Juni 2026 | 19:58
COMMUNITY

Pendiri TRAMP Umumkan Tantangan Besar yang Menanti Sheva

Pendiri TRAMP Umumkan Tantangan Besar yang Menanti Sheva
Pendiri TRAMP ketika umumkan prestasi siswa muda Sheva dan tantangan besar yang menanti (Dok Ican TRAMP

ASKARA - Pada perayaan HUT TRAMP (Top Ranger and Mountain Pathfinder) di Bumi Perkemahan Ragunan, pendiri TRAMP, Rolando Edmund, mengumumkan pencapaian luar biasa seorang siswa muda, Sheva (17), yang siap melakukan solo running dari Bandung ke Jakarta. Sheva, yang merupakan siswa TRAMP 2023 Rindam Jaya angkatan Geger Bentang, akan menempuh rute cross country yang legendaris pada bulan Agustus mendatang.

Dalam pengumumannya, Rolando Edmund menjelaskan, Sheva akan mengikuti jejak pendiri TRAMP yang pada tahun 1977 melakukan longmarch dari Bandung ke Jakarta. Jalur ini melintasi berbagai titik penting seperti Gedung Sate Bandung, Cimahi, Padalarang, Terowongan Sasaksaat, Jembatan Cisomang, Jatiluhur, Jonggol, Cileungsi, dan Cilitan, hingga akhirnya tiba di Istana Jakarta.

"Tidak hanya itu, Sheva juga akan menerima tantangan lari sejauh 79 km menuju Km 0 Istana Nusantara dan turut serta dalam perayaan HUT RI pada 17 Agustus di IKN," kata Kak Oli, panggilan akrab Rolando Edmund, Senin (10/6).

Selain tantangan lari, Sheva juga akan berduet dengan petualang senior, Om Don Hasman (84), untuk mendaki puncak Carstensz pada tahun 2024. Kolaborasi antar generasi ini diharapkan menjadi kisah heroik yang menginspirasi banyak orang.

Program pendidikan dasar (Diksar) TRAMP yang telah berlangsung selama 45 tahun terus berlanjut dengan pembinaan yang lebih khusus dan terarah. Para siswa yang lulus dari program Diksar TRAMP sering kali melanjutkan perjalanan ke penjuru Indonesia melalui program Lang Lang Buana. Sheva dan Osxca, yang bercita-cita mendaki Mt. Elbrus sebagai solo climber, adalah contoh regenerasi anak muda yang aktif dalam kegiatan alam dan memiliki dedikasi tinggi.

Rolando Edmund menekankan pentingnya etika, disiplin, dan kepatuhan terhadap aturan dalam berorganisasi. "Anak muda tidak boleh sembarangan dan euforia dalam berorganisasi; semua harus disiplin dan memahami aturan yang lengkap agar tidak salah dalam berargumentasi," ujarnya.

Sheva, yang telah menunjukkan prestasi sebagai pemanjat tebing muda, bahkan mendapat hadiah sepatu panjat La Sportiva dari seniornya, Hendri Camar TRAMP 1985.

"Prestasi anak muda harus setinggi-tingginya, namun pikiran dan komentar jangan seperti anak jalanan yang terlihat bodoh. Apapun ceritanya, anak muda harus paham bahwa naik motor harus pakai helm, membawa SIM, STNK, dan menyimpan BPKB dengan baik. Aturan harus dipatuhi," nasihat Edmund kepada Sheva yang saat ini sedang giat berlatih lari.

Sheva menyatakan kesiapannya menerima tantangan ini dan berkomitmen untuk menjalankan tugas dengan baik, menunjukkan semangat dan disiplin yang tinggi sesuai dengan nilai-nilai yang diajarkan oleh TRAMP.

 

 

Komentar