dr. Richard Lee Ternyata Pernah Semprot BPJS dan Rumah Sakit
ASKARA - Kisah seorang pekerja bangunan yang tersengat listrik, sampai kedua tangannya hangus dan menghitam, sehingga amputasi dinyatakan sebagai pilihan terakhir untuknya.
Maidi, narasumber yang hadir dalam podcast YouTube dr. Richard Lee MARS seolah menguak kenyataan bahwa jelas nyata masih ada pelayanan beberapa rumah sakit yang.asih terkesan abai terhadap pasien pengguna BPJS.
Maidi dalam Podcast dr. Richard Lee yang tayang tanggal 31 Agustus 2023 menceritakan bagaimana rasanya menjadi pasien BPJS di rumah sakit yang dia kunjungi dalam pengobatan tangannya akibat sengatan listrik hingga kritis.
Dirinya mengatakan sebelumnya ke Rumah Sakit swasta dengan biaya yang lumayan mahal menurutnya, sehingga dia pindah ke rumah sakit negeri lebih baik menggunakan BPJS.
Mujur tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Ketika berpindah ke rumah sakit, disitulah pengalaman pahit Maidi dimulai, keadaannya semakin memburuk ketika dirinya merasa ditangani sekadarnya. Meskipun Maidi tidak menyebutkan secara spesifik nama rumah sakit tersebut.
“Selama dua belas hari, seingat saya hanya diinfus dan diberi obat sekadarnya saja, karena dijelaskan pihak rumah sakit harus menunggu dokter bagian tulang, kulit, dan lainya. Sedangkan darah saya mengucur dan itu sakit, rasa sakit yang tidak pernah saya rasakan sebelumnya, seingat saya dokter hanya tiga kali mengunjungi,” ucap Maidi.
dr. Richard mulai 'bersuara' di dalam podcastnya serta menunjukkan keheranannya terhadap pelayanan rumah sakit itu, karena dalam 12 hari hanya 3 kali dokter mengunjungi pasien yang perlu penanganan serius.
“Pakai BPJS di rumah sakit negeri sana ya? Tapi ujung-ujungnya malah memperpanjang penderitaan, gak diapa-apain. Jadi makin sakit aja rasanya, jadi disiksa? (merasa tersiksa - red),” tanya dr.Richard.
Ucapan itu langsung diluruskan oleh Maidi dengan mengatakan seakan-akan disiksa.buan disiksa. Sehingga dia ingin pindah rumah sakit namun ada ucapan BPJS nya akan dimatikan.
Sontak dr. Richard bertanya apakah pihak rumah sakit yang mengatakan, dan itu dibenarkan oleh Maidi. Maidi menjelaskan setelah pindah rumah sakit, hanya satu hari dirinya sudah ditangani.
dr. Richard yang dikenal kritis dalam mengajukan pertanyaan dan menyuarakan sesuatu yang menurutnya harus dibenahi langsung berbicara terkait BPJS.
“Kepada instansi terkait didengarkanlah ini, selama saya jadi dokter dari saya Koas (program profesi yang wajib dilakukan oleh mahasiswa jurusan kedokteran untuk bisa mendapatkan gelar dokter yang dilaksanakan di rumah sakit dengan kurun waktu 1,5 tahun hingga 2 tahun-red) sampai detik sekarang, sekitar 13 tahun masih gak ada perubahan gitu ya,” ucapnya.
“Selama dua belas hari, seingat saya hanya diinfus dan diberi obat sekadarnya saja, karena dijelaskan pihak rumah sakit harus menunggu dokter bagian tulang, kulit, dan lainya. Sedangkan darah saya mengucur dan itu sakit, rasa sakit yang tidak pernah saya rasakan sebelumnya, seingat saya dokter hanya tiga kali mengunjungi,” ucap Maidi.
dr. Richard mulai 'bersuara' di dalam podcastnya serta menunjukkan keheranannya terhadap pelayanan rumah sakit itu, karena dalam 12 hari hanya 3 kali dokter mengunjungi pasien yang perlu penanganan serius.
“Pakai BPJS di rumah sakit negeri sana ya? Tapi ujung-ujungnya malah memperpanjang penderitaan, gak diapa-apain. Jadi makin sakit aja rasanya, jadi disiksa? (merasa tersiksa - red),” tanya dr.Richard.
Ucapan itu langsung diluruskan oleh Maidi dengan mengatakan seakan-akan disiksa. Sehingga dia ingin pindah rumah sakit namun ada ucapan BPJS nya akan dimatikan.
Sontak dr. Richard bertanya apakah pihak rumah sakit yang mengatakan, dan itu dibenarkan oleh Maidi. Maidi menjelaskan setelah pindah rumah sakit, hanya satu hari dirinya sudah ditangani.
dr.Richard yang dikenal kritis dalam mengajukan pertanyaan dan menyuarakan sesuatu yang menurutnya harus dibenahi langsung berbicara terkait BPJS.
“Kadang-kadang kita gak punya opsi lain, dan BPJS itu adalah opsi yang luar biasa baik, tapi kalau seandainya BPJS mau memperpanjang penderitaan untuk apa,” cetusnya.
dr. Richard menegaskan bahwa satu malam setelah dipindahkan ke rumah sakit lain, pasien tersebut langsung ditangani walaupun harus diamputasi.
Dalam podcast tersebut dr. Richard juga menunjukkan kekagumannya terhadap Maidi yang bisa tabah dan belajar mandiri walaupun tanpa kedua tangan.
dr. Richard langsung memberikan applaus kepada Maidi, dan menyemangati bahwa yang dialaminya ini sangat menginspirasi jutaan orang terlebih dengan ujian yang bertubi-tubi dengan kondisi istri Maidi yang juga mengalami kecelakaan.

Komentar