Senin, 15 Juni 2026 | 23:15
NEWS

Kawier GeHa, Bakal Calon Walikota Yogyakarta Melalui PDI Perjuangan

Kawier GeHa, Bakal Calon Walikota Yogyakarta Melalui PDI Perjuangan
Kawier GeHa, bakal calon Walikota Yogyakarta melalui PDI Perjuangan (Dok Pribadi)

ASKARA – Bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2024, Kawier GeHa mengembalikan formulir pendaftaran balon walikota Yogyakarta untuk Pilkada 2024 di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta.

Gunawan Hartono yang dikenal dengan panggilan Kawier mendaftarkan diri sebagai bakal calon Walikota Yogyakarta melalui PDI Perjuangan yang merupakan panggilan hati Nurani karena sudah bergabung dengan PDI Perjuangan sejak tahun 1994 dan memiliki komitmen dan integritas dalam berpartai.

Adapun alasan untuk maju sebagai Yogyakarta Satu, pertama, karena ia merupakan salah satu kader partai di antara sekian banyak kader, anggota dan aktivis PDI Perjuangan di Kota Yogyakarta yang selalu berharap dan berjuang agar PDI Perjuangan sebagai pemenang pemilu legislatif dengan perolehan kursi terbanyak juga bisa memenangkan kursi eksekutif di Balaikota Yogya.

Karena itu, PDI Perjuangan perlu menempatkan atau menugaskan kader partai untuk menduduki kursi Walikota Yogyakarta. “Sejak pasca reformasi partai kami selalu menang pemilu legislatif tetapi selalu kalah dalam pemilu kepala daerah yakni perebutan kursi walikota sejak 2001,” kata bung Kawier.

Kedua, karena para tokoh internal partai yang diharapkan maju turut berkompetisi tidak ada yang mendaftar bahkan sepertinya PDI Perjuangan, partai pemenang pileg dianggap “sepi peminat”. Sementara di sisi lain sebenarnya cukup banyak kader partai yang kompeten dan kredibel untuk diusung sebagai calon walikota.

“Oleh karena itu saya sebagai kader merasa terpanggil untuk mewakafkan diri saya untuk masyarakat Kota Yogyakarta melalui PDI Perjuangan,” katanya.

Ketiga, meskipun PDI Perjuangan menang pemilu legislatif namun perolehan suara dan perolehan kursi mengalami penurunan. Menurut Kawier GeHa, trend ini tidak boleh terjadi untuk 50 ke depan. Salah satunya meningkatkan konsolidasi dalam agenda Pemilukada serentak tahun ini.

Sementara tema atau visi misi apa yang akan ditawarkan kepada masyarakat kota Yogyakarta, dia menekankan, berjuang untuk kesejahteraan rakyat yang tentunya akan dibreakdown sesuai dengan situasi dan kondisi Kota Yogyakarta.

“Saya akan menambahkan dengan Kota Yogyakarta yang berbudaya, humanis dan berkemajuan. Untuk misi dan program kerja ya tentunya akan dirumuskan oleh tim bersama partai,” katanya.

Menurut Kawier GeHa, PDI Perjuangan merupakan partai yang demokratis sehingga ia yakin segala kebijakan dalam memperoleh tiket Yogyakarta Satu yang diputuskan oleh DPP Partai, tentu melalui proses demokrasi dan musyawarah yang sehat.

Semua pihak diajak berembug, diskusi dan itulah yang diharapkan juga akan menempatkan gotong royong sebagai dasar dalam menjalankan keputusan partai. Kekuatan gotong royong itu adalah utama, baik gotong royong dalam pemikiran, tenaga termasuk material dalam upaya pemenangan.

Mengenai PDI Perjuangan akan berkoalisi dengan partai apa atau dengan siapa, pria berambut putih ini mengaku belum bisa menjawab. Karena ini baru proses awal, meskipun dalam gambaran pemetaan itu sedikit banyak sudah di lakukan.

“Kan PDI Perjuangan satu-satunya partai yang bisa mencalonkan sendiri. Bukan berarti koalisi tidak penting. Kerjasama itu penting, bahkan sangat penting,” kata Kawier GeHa

 

Komentar