Senin, 17 Juni 2024 | 21:47
LIFESTYLE

Tradisi Suku ini Boleh Punya Pasangan Lebih dari Satu, Asal Sekandung

Tradisi Suku ini Boleh Punya Pasangan Lebih dari Satu, Asal Sekandung
Ilustrasi busana salah satu suku di Yunnan (Dok Nina)

ASKARA - Dalam hal pernikahan, suku Naxi memiliki beberapa tradisi unik, tetapi mereka umumnya menganut monogami. Dalam masyarakat Naxi, khususnya dalam sejarah, ada bentuk kehidupan bersama yang disebut "tisese" (dikenal sebagai "walking marriage"), di mana laki-laki mengunjungi rumah wanita di malam hari dan kembali ke rumah keluarga mereka sendiri di pagi hari. Namun, ini tidak melibatkan perkawinan resmi dan lebih merupakan hubungan sosial dan kultural yang unik bagi suku tersebut.

Adat ini tidak termasuk dalam kategori poligami atau poliandri (memiliki banyak suami) secara formal. Praktik "tisese" tidak mengikat pasangan dalam bentuk perkawinan yang sah secara hukum, dan anak-anak yang lahir dari hubungan ini biasanya dibesarkan oleh keluarga ibu mereka, dengan peran ayah yang lebih longgar dan terpisah.

Ada pula tradisi yang unik di Lijiang dan sekitarnya, di mana seseorang memiliki lebih dari satu pasangan asal dari pasangan sekandung, misalnya, seorang wanita menikah dengan dua pria yang bersaudara atau sebaliknya. 

Tradisi unik tersebut adanya di sejumlah kelompok etnis di wilayah Himalaya, seperti suku Tibet, yang memiliki tradisi poliandri, di mana seorang wanita menikahi beberapa pria yang sering kali adalah saudara kandung atau sebaliknya, poligami. 

Secara keseluruhan, meskipun ada banyak keragaman budaya dan adat istiadat yang menarik di Yunnan dan sekitarnya, praktik pernikahan di Lijiang pada umumnya mengikuti norma-norma monogami yang diakui secara hukum di Cina.

 

Komentar