Prof. Rokhmin Dahuri: Negara Ini Sedang Sakit, Butuh Jiwa Muda Berjiwa Entrepreneur dan Inovator
ASKARA – Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kelautan dan Perikanan, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS menyoroti terkait permasalahan Indonesia menduduki peringkat ketiga sebagai Negara dengan tingkat kesenjangan ekonomi tertinggi terburuk di dunia. Ia menilai saat ini Indonesia kian mengkhawatirkan yang dapat menghancurkan system meritokrasi.
Demikian disampaikan Prof Rokhmin Dahuri pada acara dialog dan silaturahmi bersama keluarga besar Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) bersama dengan ICMI se-Ciayumajakuning (Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupateng Majalengka, Dan Kabupaten Kuningan) di Cirebon, Jumat (3/5) kemarin.
“Masalah terberat soal ekonomi dan pengangguran, ketimpangan kaya dan miskin terburuk ketiga di dunia. Kemudian soal daya saing, daya literasi kita terburuk kedua di dunia. Stunting, gizi buruk, jadi Negara ini sakit sebenarnya,” ujar Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan-IPB University itu.
Lalu, Prof. Rokhmin Dahuri menyebut, pertumbuhan ekonomi rendah, kurang dari 7 persen per tahun. Angka pengangguran terbuka 5,4 persen serta permasalahan gizi buruk dll.

“Untuk menuju Indonesia Emas 2045 yang adil makmur dan berdaulat seharusnya pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2019 hingga 2024 dapat berkisar 6-7 persen per tahun,” sebutnya.
Selain sejumlah persoalan ekonomi, Prof Rokhmin Dahuri juga menyoroti persoalan politik yang dialami bangsa Indonesia saat ini. Yaitu soal etika politik, demokrasi formalitas hingga praktik politik tanpa system meritokrasi.
“Dari segi politik hari ini sudah dihancurkan oleh kepentingan pribadi dan keluarga. Saya kira semua orang tahun seperti di pemilu kemarin. Untuk itu maka kita disini berdialog bersama mencari solusinya,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan 2001-2004 tersebut.
Untuk itu, Prof. Rokhmin Dahuri mendorong agar pemerintahan sekarang memiliki konsep yang holistik dan berkesinambungan. Pembangunan bidang ekonomi dan SDM yang unggul guna menuju Indonesia Emas 2045.
Prof Rokhmin Dahuri juga mengajak seluruh elemen masyarakat khususnya keluarga besar KAHMI dan ICMI untuk bersama-sama berkontribusi berperan aktif dalam pembangunan bangsa ini. Ia menjelaskan bahwa peta jalan pembangunan bangsa juga mesti mempertimbangkan potensi dan permasalahan bangsa.
Kendati demikian, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi negara-bangsa yang maju, adil-makmur, dan berdaulat (Indonesia Emas) pada 2045.
Maka, lanjutnya, Indonesia memerlukan jiwa-jiwa muda yang cakap untuk memajukan Indonesia terutama sebagai entrepreneur dan inovator.
“Indonesia memerlukan jiwa-jiwa muda yang cakap untuk memajukan Indonesia, terutama sebagai entrepreneur dan Inovator,” imbuh Dosen Kehormatan Mokpo National University Korea Selatan itu.

Komentar