Minggu, 07 Juni 2026 | 20:30
NEWS

Membanggakan! Indonesia Penghasil Ikan Laut Terbesar di Dunia Setelah China

Membanggakan! Indonesia Penghasil Ikan Laut Terbesar di Dunia Setelah China
Nelayan Indonesia (ist)

ASKARA –  Tingginya manfaat yang ada di dalam ikan laut semakin menambah tingkat permintaan industri perikanan laut di pasar dunia. Dikutip Food and Agriculture Organization (FAO) pada 2022 melaporkan pasar perikanan laut global memiliki hasil tangkapan sebesar 78,8 juta ton pada tahun 2020.  Jumlah tersebut turun dari level yang tertinggi pada tahun 2018 mencapai 84,5 juta ton, dan lebih rendah dari hasil tangkapan pada tahun 2019 yang dapat mencapai 80 juta ton.

Dari berbagai sumber fakta menarik, Indonesia berhasil masuk dalam peringkat dua sebagai negara produsen ikan terbesar di dunia setelah China, dengan jumlah 6,43 juta ton. Spesies ikan laut yang berada di Indonesia juga sangat beragam, mulai dari ikan tuna, salmon, dan lainnya.

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, yang 75 % total wilayahnya berupa laut, dan 28 % wilayah darat Indonesia pun berupa ekosistem perairan (danau, sungai, waduk, dan perairan rawa tawar); Indonesia memiliki potensi produksi lestari akuakultur terbesar di dunia, sekitar 100 juta ton/tahun (FAO, 2014). 

Menurut data Kementeraian Kelautan dan Perikanan (KKP), hasil prosukdi ikan di Tanah Air mencapai 24,85 juta ton pada 2022. Sementara produksi perikanan ditargetkan mencapai 30,37 juta ton pada 2023.

Prof. Rokhmin Dahuri (kaos putih)

Penasehat Menteri Kelautan dan Perikanan 2020 – Sekarang, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS mengatakan, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan potensi pembangunan berupa sumber daya alamdan jasa-jasa lingkungan (environmental services) yang melimpah dan hingga kini belum dimanfaatkan secara optimal.

Sektor-sektor ekonomi kelautan, khususnya sektor KP (kelautan dan perikanan), mestinya bisa menjadi penggerak (prime mover) perekonomian nasional untuk kemajuan, kesejahteraan, dan kedaulatan Indonesia.

“Indonesia mesti menjadi produsen Perikanan Tangkap laut dan Perikanan Budidaya terbesar di dunia, menggeser China pada 2028 atau paling lambat pada 2033,’’ tegas Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan-IPB University, dikutip askara.co, Jumat (17/4).

Sebelumnya, China memimpin menjadi negara penghasil ikan laut terbesar di dunia. China mendominasi sekitra 40 persen pasokan global. Pada tahun 2020 mencapai 11,70 juta ton. Dilansir dari Statista, pada 2022 total volume produksi ikan dan makanan laut di China mencapai 68,80 juta matrik ton. Tidak heran, World Atlas mencatat 25 persen atau sekitar 14 juta penduduk di China berprofesi sebagai nelayan.

Selanjutnya, Peru berada di peringkat tiga besar, Negara yang berada di Amerika Selatan, pada tahun 2020 bisa membawa hasil laut sebesar 5,61 juta ton. Peru banyak dikenal sebagai negara produsen terbesar di dunia, tetapi kini jumlahnya berkurang karena penangkapan secara berlebihan dan mengakibatkan kepunahan beberapa jenis ikan.

Kemudian Rusia masuk dalam peringkat 4 negara dengan produksi ikan terbesar di dunia, mencapai 4,79 juta ton.  Meski sebagaian besar negaranya bersuhu dingin, Rusia menjadi salah satu Negara penghasil ikan tersebesar di dunia. Garis pantai Rusia termasuk yang terpanjang nomor 4 di dunia setelah garis pantai Kanada dan Indonesia.

Selanjutnya, Amerika Serikat masuk dalam peringkat lima besar tertinggi dengan capaian total produksi mencapai 4,23 juta ton. Dengan wilayah yang dikelilingi dua samuder, Amerika Serikat memiliki industru perikanan yang cukup besar. Amerika juga memiliki salah satu zona perairan terbesar di dunia yang mencakup lebih dari 11,4 juta kilometer persegi.

Selanjutnya, India menempati penghasil ikan terbesar ke 6 di dunia, dengan total tangkapan mencapai 3,71 juta ton. India menjadi pemain utama dalam industri perikanan karena memiliki keanekaragamanan jenis ikan dan metoode penangkapan yang bervariasi.

Pada peringkat ketujuh, ditempati Negara Vietnam. Pada tahun 2020, Vietnam memperoleh hasil tangkapan sebesar 3,27 juta ton. Mayoritas produksi ikan di Negara ini dihasilkan melalui budi daya.

Terakhir di peringkat 8 diisi oleh Jepang sebagai negara penghasil ikan laut terbesar di dunia, jumlahnya mencapai 3,13 juta ton. Sebagai Negara yang dikenal dengan hidangan lautnya, Jepang termasuk Negara penghasil ikan laut terbesar di dunia. Selama beberapa tahun terakhir, perikanan dan budi daya perairan di Jepang secara konsisten menghasilkan lebih dari 1,5 triliun yen Jepang per tahun.

Kontribusi Kelautan dan Perikanan

Prof. Rokhmin Dahuri menguraikan, meskipun kontribusi sektor KP terhadap PDB masih relatif kecil, sekitar 3,5 persen; dan total nilai ekspor perikanan pun juga masih rendah, sekitar 3,5 miliar dolar AS pada tahun lalu.  Namun, peran dan sumbangan sektor KP bagi ekonomi mikro dan kehidupan sosial-ekonomi serta budaya masyarakat cukup signifikan.

“Sektor ini telah menyediakan lapangan kerja bagi sekitar 2,7 juta nelayan laut; 0,5 juta nelayan perairan umum darat (sungai, danau, dan bendungan); dan 3,5 juta pembudidaya perikanan di perairan laut (mariculture), perairan payau  atau tambak (brackishwater fish and shrimp ponds), dan perairan tawar umum darat, kolam air tawar, minapadi, saluran irigasi, akuarium serta media di darat lainnya,” terang Menteri Kelautan dan Perikanan-RI 2001 – 2004 itu.

Dari 6,7 juta orang yang bekerja di perikanan tangkap dan perikanan budidaya tersebut diperkirakan telah menciptakan lapangan kerja di industri hulu dan hilir nya sekitar 1,5 kali dari jumlah tersebut, yakni 10,05 juta orang.  Dengan demikian, jumlah penduduk  yang bekerja di sektor KP sekitar 16,75 juta orang atau 13,73% dari total angkatan kerja Indonesia. 

“Belum lagi mereka yang bekerja di tambak dan industri garam, industri bioteknologi perairan, benda-benda muatan asal kapal tenggelam (sunken treasures), dan sumber daya wilayah pulau-pulau kecil,” katanya.

Prof. Rokhmin Dahuri memaparkan, sekitar 65% dari total asupan protein hewani yang dikonsumsi rakyat Indonesia berasal dari berbagai jenis  ikan, seafood, dan produk perikanan (Puslitbang Gizi, 2012). “Ekonomi kelautan adalah seluruh aktivitas ekonomi yang berlangsung di wilayah pesisir dan lautan, dan aktivitas ekonomi yang terdapat di wilayah darat yang menggunakan bahan baku berasal dari ekosistem pesisir atau lautan,” ujar Duta Besar Kehormatan Kepulauan Jeju dan Kota Metropolitan Busan, Korea Selatan itu.

Komentar