Prof. Rokhmin Dahuri: Seorang Pemimpin Patutnya Terus Berikhtiar Sejahterakan Warganya
ASKARA - Sosok tokoh nelayan yang bersahaja konsen kelautan dan perikanan , sebagai Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan-IPB University, kehadiran Prof Dr Ir Rokhmin Dahuri MS begitu dinantikan untuk berbagai gagasan cemerlang.
Prof. Rokhmin senantiasa berpesan agar menjadi hamba Allah SWT yang bisa berbagi manfaat untuk sesama. Hal itu banyak dilihat dari banyaknya provinsi , Kota dan Kabupaten di Indonesia yang telah banyak mendapatkan manfaat dari buah pemikiran Prof. Rokhmin.
Usai dari menjadi Menteri KKP dan deretan jabatan prestisius lainnya , Prof. Rokhmin memutuskan mengikuti konstentasi Caleg DPR RI dari PDIP Dapil Jabar 8. Alhamdulillah, pada 14 Februari 2024 perolehan suara Prof. Rokhmin begitu tinggi.
Bagi Prof. Rokhmin mendapatkan amanah dari rakyat untuk sebuah jabatan publik mesti dijalankan sebaik-baiknya. . “Seorang pemimpin patutnya terus berikhtiar mensejahterakan warganya. Kepemimpinannya tidak semata soal posisi. Ini adalah hubungan moral berdasakan kepercayaan, kewajiban, komitmen , emosi dan visi bersama tentang kebajikan,” ujar Prof. Rokhmin, dikutip dari akun Instagram @rokhmindahuriid, Senin (18/3).
Sosok guru besar asal Cirebon Timur ini tak kenal lelah memasuki setiap sudut Cirebon dan Indramayu melihat kondisi masyarakat dan merasakan apa yang mereka rasakan. “Menjadi senator tidak hanya jumlah suara. Tetapi soal tujuan filosofi visoner. Mau dibawa kemana Cirebon dan Indramayu ini,” kata ketua Dewan Pakar MPN (Masyarakat Perikanan Nusantara) itu.
Kedekatan Prof. Rokhmin Dahuri tidak hanya pada momen pemilu atau ajang menjelang pencoblosan. Prof. Rokhmin ingin membangun hubungan berkelanjutan sekaligus menunaikan ikhtiarnya yang selama ini mengganggu bathinnya, tak rela melihat banyak warga yang miskin dan pengangguran.
Prof. Rokhmin juga menghendaki seluruh infrastruktur khususnya jalan-jalanyang dilalui masyarakat di Cirebon dan Indramayu benar-benar layak. “Saya miris melihat ada ada pejabat publik dengan segala atribut namun hatinya tidak tersentuh melihat kondisi di lapangan,” sebut Ketua Umum Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) itu.
Sebenarnya apa yang memotivasi Prof. Rokhmin Dahuri sampai akhirnya harus masuk leigslatif (DPR RI)? “Saya sebagai Muslim, Insya Allah ingin hidup selamat, sukses bahagia, not only di dunia tetapi juga di akhirat,” tambah politisi kelahiran Gebang, Kabupaten Cirebon itu.
Lalu, Prof. Rokhmin Dahuri menguraikan hadits Nabi Muhammad SAW, bahwa khairunnas anfahum linnas, bahwa orang paling baik di mata Allah itu adalah orang yang paling banyak manfaatnya. Kemudian ada juga di Surat Al Hujurat ayat 13, “Inna akromakum Indallahi atqokum (orang paling mulia di sisi Allah orang yang paling beriman dan bertakwa).
“Kedua, orang paling banyak manfaatnya kepada sesama insan dan bahkan alam semesta dalam perspektif Islam kita agama rahmatal lil alamin,” ujar Ketua Umum Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI) itu.
Memajukan Cirebon dan Indramayu
Prof Rokhmin Dahuri memaparkan strategi pengembangan kolaborasi Pentahelix untuk mewujudkan kedaulatan pangan di wilayah Ciayumajakuning sebagai berikut: Pertama, membangun korporasi bisnis pangan terintegrasi (pasca produksi – produksi on-farm – industri pengolahan – pemasaran) yang menggabungkan sejumlah UMKM produksi on-farm berbasis satu jenis komoditas (seperti beras, jagung, bawang, buah, sayur, udang, ikan, dan ayam) di dalam satu kawasan;
Kedua, mengundang investor besar (korporasi), seperti BUMN, BUMD, swasta nasional, atau MNC (Multi National Corporation) untuk membangun industri pengolahan pangan di daerah (kabupaten atau kota) dan bermitra secara win-win dengan UMKM produsen pangan (petani dan nelayan).
“Core business korporasi: pembelian komoditas pangan dari petani dan nelayan, penjualan sarana produksi, pengolahan komoditas pangan, dan pemasaran. Korporasi bisa berusaha di on-farm, tetapi dengan volume produksi < 50% kapasitas pengolahan industri (pabrik)-nya,” ujar Penasehat Menteri Kelautan dan Perikanan 2020 – Sekarang.
Ketiga, mengundang investor besar (korporasi), seperti BUMN, BUMD, swasta nasional, atau MNC (Multi National Corporation) untuk membangun industri pengolahan pangan terintegrasi, yang dari hulu sampai hilir dikerjakan sendiri, di daerah (kabupaten atau kota).
Dukung Terbentuknya Provinsi Cirebon Raya
Dalam kesempatan lain, Ketum Dulur Cirebonan tersebut, mendukung aspirasi dari bawah dalam mengajukan terbentuknya Provinsi Cirebon Raya. “Sebagai tokoh, saya menyarankan untuk mengikuti semua , persyaratan,” ujar Prof. Rokhmin Dahuri.
Daerah yang dikenal dengan sebutan Ciayumajakuning (Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan) dianggap sudah layak untuk mandiri dan berdirinya DOB (Daerah Otonomi Baru).
Menurutnya, kalau itu aspirasi dari bawah dan semua persyaratan ekonomi, politik, pendapatan asli daerah supaya tidak ada ketergantungan dari pusat. “Saya meyakini pemerintah pusat dengan senang hati akan merestui. Faktanya Provinsi Jawa Barat terlalu besar,” ujar ujar Dosen Kehormatan Mokpo National University Korea Selatan itu.

Komentar