Kamis, 18 Juni 2026 | 02:29
NEWS

Salahkan Alam Penyebab Harga Beras Mahal, Legislator Semprot Mendag: Orang Tak Tamat SD Juga Tahu

Salahkan Alam Penyebab Harga Beras Mahal, Legislator Semprot Mendag: Orang Tak Tamat SD Juga Tahu
I Nyoman Parta

ASKARA – Anggota Komisi VI DPR RI I Nyoman Parta mengkritik Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan (Zulhas) yang kerap menyebut alam sebagai biang kerok kenaikan harga beras di Indonesia.

Menurut Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu, para pejabat negara, terutama Mendag, tidak bisa terus-menerus menjadikan alam sebagai penyebab dari kenaikan harga beras.

Parta memandang seharusnya permasalahan iklim ini sudah bisa diprediksi oleh pemerintah.

Adapun kritik ini dilayangkan Parta ketika melakukan rapat kerja bersama 

"Sesungguhnya kondisi itu sudah bisa diprediksi karena Indonesia ada di belahan tropis, memiliki iklim tropis. Hujan cukup, sinar matahari cukup, sehingga tidak bisa setiap ada kondisi seperti ini, seluruh pejabat terutama pak menteri, alasannya el nino. Itu berulang-ulang," kata Parta saat Rapat Kerja (Raker) bersama Mendag, Direktur Utama Perum Bulog, Direktur Utama ID Food, dan Direktur Utama PTPN III di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/3/2024).

Parta mengatakan, menyalahkan alam adalah perbuatan yang paling mudah. 

Bahkan, Parta menyebut orang yang tidak tamat SD sekalipun bisa beralasan seperti itu.

"Menyalahkan alam adalah perbuatan dan sikap yang paling mudah. Paling mudah banget. Orang tidak tamat SD pun bisa itu," ujar Parta.

"Kalau sudah rusak, salahkan alam. Kalau sudah tidak panen, salahkan banjir. Gampang banget. Lebih lanjut lagi salahkan takdir. Jadi, enggak ada gunanya kita ini gagah-gagahan," tukas I Nyoman Parta.

Sebelumnya dalam rapat kerja ini, Zulhas menjelaskan, kenaikan harga beras merupakan akibat dari El Nino atau musim kemarau yang panjang, sehingga mengakibatkan musim tanamnya bergeser.

Seharusnya, tambah Zulhas, pada Januari dan Februari sudah panen raya, tetapi akhirnya mundur. 

"Kemungkinan, panen raya akan dilakukan pada April dan Mei. Akibat musim tanam yang bergeser itu," tutur Zulhas, pasokan beras lokal pun berkurang. 

"Jadi musim tanamnya bergeser, panennya bergeser. Tidak hanya [terjadi pada] kita. Ini seluruh dunia," tuntas Zulhas.

Komentar