Rabu, 17 Juni 2026 | 22:56
OPINI

Mengulik Kisah Nafisa Pua Geno Sang Ventriloquist Cilik

Mengulik Kisah Nafisa Pua Geno Sang Ventriloquist Cilik
Nafisa Pua Geno atau yang akrab disapa Icha, adalah sosok yang menginspirasi melalui bakat dan dedikasinya di dunia seni sejak usia dini (Dok IG Nafsia)

Oleh : Fahriza Rifalsyah (Mahasiswa Prodi Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB University

ASKARA - Nafisa Pua Geno atau yang akrab disapa Icha, adalah sosok yang menginspirasi melalui bakat dan dedikasinya di dunia seni sejak usia dini. Mengawali perjalanan seninya sejak masih kecil, Nafisa telah menunjukkan bakat multitalenta yang luar biasa. Meskipun baru berusia 15 tahun, namanya telah sering menghiasi layar televisi melalui berbagai penampilan memukau.

Sebagai seorang seniman cilik yang berasal dari Surabaya, Nafisa tidak hanya mahir dalam seni ventriloquism, tetapi juga memiliki beragam bakat lainnya. Dia mampu memikat orang lain dengan keterampilannya dalam mendongeng, menyanyi, menyampaikan puisi, dan masih banyak lagi. Keberanian dan kreativitasnya dalam mengeksplorasi berbagai bentuk seni telah membuatnya menjadi sorotan di kalangan penonton dan penggemar seni di seluruh Indonesia.

Awal Perjalanan Menuju Puncak Kreativitas

Nafisa memulai kisahnya dalam seni pada usia yang sangat muda, tepatnya pada usia 6 tahun. Kecintaannya pada seni menyanyi dimulai dari pengaruh kakaknya yang seorang pemain band. 

Kecintaan Nafisa terhadap dunia olah vokal didukung penuh oleh sang ibunda, sehingga Nafisa diwadahi untuk menekuni minatnya tersebut. Tidak hanya itu, Nafisa juga terus menjelajahi minatnya melalui ekstrakurikuler teater saat sekolah dasar.

Pengalaman bermain di ekstrakurikuler teater saat sekolah dasar membuka pintu baru bagi Nafisa untuk menjelajahi dunia dongeng dan puisi.  Kecintaannya terhadap dunia dongeng membuat Icha meraih banyak penghargaan di berbagai kompetisi yang ia ikuti.

Meniti Karir Sebagai Ventriloquist Cilik

Pengetahuan baru Nafisa mengenai dunia dongeng bisa menggunakan berbagai media salah satunya boneka membuat ia menciptakan karakter bernama Chica. Karakter Chica sendiri merupakan sisi lain dari Nafisa yang tidak bisa ditunjukkan ke semua orang. 

Seiring berjalannya waktu, timbul karakter baru yang menemani Chica, diantaranya Chiro, Chici, Chika dan beberapa lainnya. Sehingga semakin beragamnya karakter yang dimainkan oleh Nafisa , semakin banyak pula jenis suara yang Nafisa latih.

Karir Nafisa sebagai seorang Ventriloquist juga tidak lepas dari sosok inspirasinya yang merupakan seorang Ventriloquist terkenal yaitu Ria Ennes dengan boneka susannya yang telah berkarir sekitar 30 tahun menjadi seorang Ventriloquist.

Kreativitasnya dalam menjadi ventriloquist membuatnya berhasil diundang dan tampil di beberapa acara televisi. Awal mula karir Nafisa pada dunia televisi dimulai dari audisi The Voice Indonesia yang dimana berhasil sampai babak battle round. 

Tidak hanya sampai The Voice Indonesia saja, karir Nafisa terus berlanjut sampai mendapat beberapa undangan acara televisi seperti Acara “Ketawa Itu Berkah” dan “Ring Ring Show” di Trans TV.

Tantangan Menjadi Sang Ventriloquist Cilik

Perjalanan seni Nafisa tidak lepas dari tantangan, mulai dari menciptakan karakter, menjaga suara, hingga memainkan berbagai peran dalam pertunjukan. Dalam teknikal, tantangan tersendiri bagi Nafisa perihal memainkan banyak peran terkadang saat show tertukar suara karakter yang diperankan.

Tantangan tertukarnya suara karakter yang diperankan Nafisa sempat membuatnya bingung di awal-awal karirnya. Namun seiring berjalannya waktu, Nafisa dapat mengatasi hal tersebut dengan sebuah gimmick yang spontanitas terjadi.

Tidak hanya itu, saat lelah pun suara Nafisa seringkali habis. Sehingga perlu baginya untuk menanganinya dengan istirahat tidur maupun mengkonsumsi kencur untuk mengembalikan suaranya  normal kembali.

Tantangan yang dialami oleh Nafisa tidak hanya mengenai teknikal suaranya, tetapi juga beberapa yang lainnya. Awal mendongeng Nafisa dituntut untuk membuat muka-muka sesuai karakter yang diperankan dikala teman-teman lainnya ingin terlihat cantik. Hal ini membuat Nafisa sedikit sulit untuk bergaul.

Dibalik berbagai tantangan-tantangan yang dihadapi, banyak pihak yang mendukung Nafisa untuk menekuni minatnya seperti guru, orang tua, saudara dan lainnya sehingga hal tersebut cukup membuat Nafisa termotivasi.

Asa Nafisa Untuk Menggapai Cita

Penjelajahan Nafisa dalam dunia Ventriloquist membuat Nafisa mendapatkan berbagai pembelajaran berharga. “Icha lebih paham benar tentang arti seni bersikap bodo amat. Karena setiap orang itu punya pendapatnya masing-masing. Setiap orang punya pasarnya masing-masing, dan setiap pasar pasti ada orangnya masing-masing. Tidak semua orang harus suka sama kita dan jangan menuntut diri kita untuk disukai semua orang. Itu benar-benar pembelajaran sih buat Icha”. Tutur Nafisa

Berbagai perjalanan yang telah Nafisa lalui, membuat Nafisa telah menentukan arah hidup kedepannya. Harapannya Nafisa dapat menjadi seorang psikolog. Hal ini dikarenakan Nafisa telah merasakan tumbuh berproses jatuh bangun dalam karirnya, Nafisa hanya ingin menjadi bagian dari jatuh bangunnya seseorang.

Asa Nafisa tidak hanya itu, Nafisa berharap kedepannya dapat tetap memanfaatkan apa yang Nafisa pelajari, semua skill yang Nafisa punya. Semangatnya dalam seni tidak akan surut. Nafisa berkomitmen untuk terus membagikan karya-karyanya dan menginspirasi orang lain dalam perjalanan hidup mereka.

Selain itu, Nafisa juga bercita-cita untuk memiliki sekolah yang dapat mendampingi orang-orang untuk berproses. 

Komentar