OPINI
Kontribusi Kaum Muda dalam Menjaga Warisan Budaya Indonesia
Oleh: Alexandre Rachel Lowu *
ASKARA - Kebudayaan merupakan warisan yang telah menjadi identitas dan jati diri bangsa Indonesia dan telah diturunkan secara turun temurun. Dengan kata lain, dalam kesehariannya manusia tidak terlepas dari kebudayaan. Hal ini disebabkan oleh manusia sebagai pencipta kebudayaan.
Budaya merupakan bagian dari gaya hidup atau lifestyle yang melekat dalam diri manusia dan sudah ada sejak dahulu kala. Selain itu, budaya berfungsi sebagai landasan dan wujud dari perilaku manusia atau kelompok di daerah tertentu. Mengatur agar individu dapat memahami individu lain, dan menjadi identitas yang menjadikan ciri khas suatu kelompok. Hasil karya manusia juga dapat menjadi menjadi sarana untuk melengkapi kebutuhan manusia, seperti rumah, baju, makanan, bahasa serta melindungi diri terhadap lingkungan alam, seperti senjata tradisional.
Di era digitalisasi seperti saat ini, kehadiran teknologi, internet, dan alat komunikasi yang canggih membuat proses penyampaian informasi lebih mudah. Manusia dapat mengakses informasi dari berbagai belahan dunia. Kita seakan-akan dimanjakan oleh hadirnya teknologi digital.
Seiring dengan arus modernisasi dan globalisasi yang tak dapat dihindari, pengaruh budaya asing, khususnya budaya barat, mulai masuk ke Indonesia. Media sosial menjadi sarana utamanya. Melalui media sosial, masyarakat Indonesia dapat mengakses, melihat, bahkan meniru budaya-budaya asing. Budaya-budaya asing tersebut tidak hanya menggambarkan sisi yang positif saja tetapi ada juga sisi negatifnya. Contohnya, gaya berpakaian orang-orang barat yang cenderung terbuka.
Jika hal ini tidak dikendalikan, memungkinakan tersingkirnya budaya asli dan akan tergantikan dengan budaya asing. Tak dipungkiri juga bahwa generasi muda Indonesia sudah terkontaminasi budaya-budaya barat. Mereka beranggapan jika budaya lokal terlihat kuno sehingga mereka termotivasi untuk mengikuti trend budaya asing yang sedang populer. Generasi muda berpikir dengan meniru budaya tersebut makan mereka tidak akan tertinggal dengan zaman. Padahal ada beberapa budaya asing yang tidak sesuai dengan norma dan budaya yang berlaku di Indonesia.
Kita sebagai generasi penerus bangsa tentunya harus mengambil langkah tegas dalam melestarikan budaya nasional. Ada banyak cara yang dapat dilakukan generasi muda untuk menjaga budaya lokal.
Hal pertama yang harus dilakukan, yaitu perlunya meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang budaya-budaya kita sendiri, contohnya bahasa daerah, lagu daerah, kesenian tradisional, dan lain-lain. Tentunya generasi muda harus mengenal dan mengetahui terlebih dahulu kebudayaan yang ada di Indonesia serta norma-norma yang berlaku. Setelah mengenal lebih jauh tentang kebudayaan Indonesia, akan tumbuh rasa kesadaran untuk memelihara budaya lokal agar tidak hilang dari peradaban.
Bagaimana cara untuk memelihara kebudayaan Indonesia? Pemuda dapat aktif berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan budaya. Pemuda juga dapat mengadakan kegiatan festival yang menampilakan kebudayaan-kebudayaan dari seluruh penjuru Indonesia agar semakin banyak orang yang mengetahui dan tertarik dengan budaya Indonesia.
Seperti yang kita ketahui, negara lain pernah mengakui ataupun mengklaim budaya kita (batik, Reog Ponorogo, lagu tradisional Rasa Sayange) sebagai budaya mereka. Reaksi para netizen pun sangat ramai, banyak yang protes dan tidak terima jika warisan budaya yang jelas-jelas milik Indonesia diakui negara lain.
Bila kita menumbuhakan dan menunjukan sikap peduli terhadap budaya sendiri, tentu saja negara lain tidak akan mengklaim atau mengakui budaya milik Indonesia.
Kedua, kita dapat memanfaatkan perkembangan teknologi digital untuk mempublikasi budaya Indonesia.
Penggunaan media seluler yang dapat diakses melalui genggaman tangan saja memudahkan penggunanya untuk terhubung melalui jaringan seluler dan terkoneksi ke seluruh dunia. Sebelumnya, diperlukan penguasaan dan pengetahuan tentang teknologi digital agar tidak gagap dalam penggunaannya.
Melalui teknologi dan komunikasi digital, generasi muda dapat menunjukkan keunikan budaya Indonesia, misalnya wayang golek, makanan tradisional, pertunjukan kesenian dan tari tradisional yang kita miliki. Peranan internet sangat penting karena dapat menjangkau banyak khalayak sehingga budaya kita dapat dengan mudah dan cepat diketahui oleh masyarakat mancanegara.
Di tengah era digital, budaya terus mengalami perubahan karena kebutuhan manusia ikut berubah, tetapi kita tidak boleh melupakan budaya yang telah ada turun-temurun di Indonesia.
Pemuda sebagai generasi penerus bangsa sangat diandalkan untuk dapat menjaga dan melestarikan budaya bangsa. Kita harus meningkatkan rasa kebanggaan karena Indonesia memiliki beragam jenis budaya yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.
Mengambil bagian dalam pelestarian aset negara merupakan keharusan bagi para kaum muda. Apalagi dengan perkembangan teknologi yang semakin maju dapat memudahkan segala aktivitas sehari-hari dan memanjakan kehidupan manusia.
Generasi milenial harus bijak memanfaatkan teknologi digital khususnya untuk upaya pelestarian kebudayaan Indonesia. Jangan sampai budaya yang kita kenal sebagai milik Indonesia malah diakui oleh negara lain sebagai warisan budaya mereka.
Jika hal ini sudah terjadi, barulah kebanyakan masyarakat Indonesia tidak terima. Padahal sebelumnya tidak turut serta melestarikan dan menyebarkan kebudayaan Indonesia hingga penjuru dunia. Ambilah bagian sebagai pewaris kebudayaan yang mau mengambil sikap untuk memelihara budaya dan mewariskannya kepada generasi yang lebih muda.
* Mahasiswa IPB University, Program Studi Komunikasi Digital dan Media

Komentar