Rabu, 17 Juni 2026 | 16:51
COMMUNITY

Paramitha Rusady Meriahkan Bedirinya Museum Perfilman Sinematek Indonesia

Paramitha Rusady Meriahkan Bedirinya Museum Perfilman Sinematek Indonesia
Foto bersama

ASKARA -;Artis film dan penyanyi  Paramitha Rusady dan sejumlah artis ternama lainnya hadir pada acara soft launching Museum Perfilman Sinematek Indonesia di Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail (PPHUI) Jakarta, Kamis, (21/12).

Acara dibuka dengan penampilan Paramitha Rusady menyanyikan lagu lama Juwita Malam, Galih dan Ratna, dan lagu Ibu yang dipopulerkan Iwan Fals. 

Penggiat dan tokoh perfilman yang hadir di antaranya  Ketua Yayasan Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail (PPHUI) Sonny Pudjisasono, Aktor dan  Ketua Persatuan Produser Film Indonesia (PPFI) Deddy Mizwar,  Ketua Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) Djonny Syafruddin dan Rudy Sanyoto tokoh perfilman, dan  penggiat perfilman/ produser film Toto Sugriwo, Ketua Badan Perfilman Indonesia (BPI) Gunawan Pagaru

Dari kalangan artis Ketua Umum Persatuan Artis  Film Indonesia ( PARFI) Alicia Djohar, aktor Pong Hardjatmo, Harry De Fretes, Ozy Syahputra, Paramitha Rusady, Rency Milano, Robby Bo,  Ully Sigar Rusady, Adi Bing Slamet, Iyut Bing Slamet, Silvana Herman, dan artis senior lainnya.

Dalam sambutannya inisiator pendirian Meseum Perfilman Sinematek Indonesia, Sonny Pudjisasono mengatakan," Ini adalah merupakan rentang sejarah perfilman sejak 1971, dugagas oleh Gubernur Ali Sadikin. Menjadi komplek perfilman tahun 1974. Yayasan Artis Film, Yayasan Citra, dan akhirnya bernama PPHUI. Dikelola secara mandiri tanpa ada bantuan dari pemerintah,"ungkap Sonny Pudjisasono.

Alasan kuat untuk mendirikan Museum Perfilman Sinematek Indonesia adalah untuk meningkatkan peran dan fungsinya sebagai pusat semua karya dan kegiatan perfilman, dan arsip sejarah perfilman Indomesia agar tersimpan dengan apik," tegas Sonny.


Sementara itu, Ketua Pembina Yayasan PPHUI, Djonny Syafruddin, mengatakan untuk mendirikan museum ini mengundang ahli museum agar museum perfilman nantinya dikelola dengan manajemen modern. "Saya mengajak insan perfilman untuk berperan serta dalam mendiskusikan museum perfilman ini untuk menjadi tempat yang terlengkap dan terintegrasi. Dan tentu saja menjadi tempat yang menyejarah di bidang perfilman, dan menjadi satu satunya situs perfilman Indonesia," jelas Djonny Syafruddin. 

Komentar