Jumat, 17 Juli 2026 | 10:16
NEWS

Mungkinkah Gunung Gede Meletus Lagi? Mari Kita Cek Riwayat dan Daerah Terdampak

Mungkinkah Gunung Gede Meletus Lagi? Mari Kita Cek Riwayat dan Daerah Terdampak
Ilustrasi letusan gunung (Dok Pixabay)

ASKARA - Belakangan ini sejumlah gunung berapi tampak menunjukan aktifitasnya, seperti Gunung Merapi di Yogyakarta, Gunung Anak Karakatau di Selat Sunda dan terakhir Gunung Marapi di Sumatera Barat yang erupsinya menimbulkan korban puluhan pendaki.

Di Jawa Barat, ternyata juga ada gunung api yang berstatus masih aktif dan bisa erupsi kapan saja. Data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebut, ada tujuh gunung api aktif yang berdiri kokoh di Tanah Pasundan. Dari ketujuhnya, ada dua yang dekat dengan Jakarta, yaitu Gunung Gede dan Gunung Salak.

Gunung Gede sendiri merupakan salah satu gunung favorit bagi para pendaki. Setiap harinya ada ratusan orang mendaki gunung berapi berbentuk kerucut yang berada dalam ruang lingkup Taman Nasional Gede Pangrango, Jawa Barat. Gunung Gede merupakan salah satu dari lima taman nasional yang pertama kali diumumkan di Indonesia pada tahun 1980. Gunung ini berada di dua wilayah kabupaten yaitu Kabupaten Cianjur dan Sukabumi, dengan ketinggian 2.958 mdpl.

Letusan Gunung Gede pertama kali tercatat di tahun 1747. Letusan pertama ini memiliki skala ledak VEI-3 dan menyebabkan 2 aliran lava bergerak dan terlihat dari kawah lanang. Lalu letusan yang lebih kecil terjadi kembali di tahun 1761, 1780, dan 1832.

Hampir 100 tahun setelah letusan pertama, kembali terjadi letusan kedua dengan skala ledak VEI-3 di Gunung Gede pada tahun 1840 tepatnya pada tanggal 12 November jam 3 dini hari. Goncangannya yang terasa sangat hebat sampai membangunkan warga yang tertidur pulas. Letusan kedua tercatat sebagai letusan yang terbesar dan baru benar-benar berhenti pada Maret 1841.

Keresidenan Priangan yang awalnya beribu kota di Cianjur, di tahun 1864 akhirnya dipindahkan ke Bandung oleh Residen van der Moor sebagai dampak dari letusan besar Gunung Gede yang berskala VEI-3 di tahun 1853 yang telah memporakporandakan Cianjur

Setelahnya, Kembali terjadi letusan-letusan Kecil di Gunung Gede sebanyak kurang lebih terjadi 24 kali, dimana letusan ini cukup membahayakan untuk warga sekitar yang tinggal berdekatan dengan Gunung Gede. Letusan terakhir dari gunung ini tercatat pada tahun 1957 dengan skala ledak VEI-2 dan hingga saat ini aktivitas vulkanis Gunung Gede masih aktif namun dalam fase tertidur. Jika terjadi letusan kembali di gunung ini, maka daerah kaki gunung seperti Cipanas diperkirakan akan terkena dampak terbesar.

Komentar