Rabu, 22 Juli 2026 | 02:32
NEWS

Gunung Gede Keluarkan Asap Setinggi 100 Meter, PVMBG Imbau Warga Tetap Waspada

Gunung Gede Keluarkan Asap Setinggi 100 Meter, PVMBG Imbau Warga Tetap Waspada
Aktivitas vulkanik Gunung Gede (int)

ASKARA – Aktivitas vulkanik di Gunung Gede, Jawa Barat, terus menunjukkan peningkatan signifikan sejak 1 April 2025 hingga Minggu (6/4). Gunung yang terletak di Kabupaten Cianjur, Sukabumi, dan Bogor ini kini terpantau mengeluarkan asap putih setinggi 100 meter dari kawah puncaknya.

Data pengamatan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) per Sabtu (5/4) mencatat bahwa asap kawah utama terlihat dengan intensitas tipis hingga sedang, disertai kondisi cuaca bervariasi dari cerah hingga hujan ringan, dengan angin bertiup lemah ke arah barat laut. 

PVMBG mencatat peningkatan jumlah gempa vulkanik dalam dan gempa tektonik sejak awal April:
- 47 kali gempa Vulkanik Dalam  
- 2 kali gempa Tektonik Lokal  
- 8 kali gempa Tektonik Jauh  
- 1 kali gempa Tornillo

Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, menjelaskan bahwa peningkatan tekanan di dalam tubuh gunung berpotensi memicu letusan freatik atau hembusan gas berbahaya jika konsentrasinya terlalu tinggi.  

“Peningkatan aktivitas ini menunjukkan tekanan yang meningkat di dalam tubuh Gunung Gede, berpotensi menyebabkan letusan freatik atau hembusan gas berbahaya jika konsentrasinya terlalu tinggi,” jelas Wafid.

Status Gunung Gede Masih Normal

Meski aktivitas meningkat, PVMBG belum menaikkan status Gunung Gede dari Level I (Normal). Cuaca di sekitar gunung bervariasi dari cerah hingga hujan, dengan suhu udara berkisar antara 19-24°C.  

PVMBG mengimbau masyarakat, pengunjung, dan wisatawan untuk tidak mendekati atau bermalam dalam radius 600 meter dari Kawah Wadon demi keselamatan.  

“Kami mengimbau masyarakat, pengunjung, dan wisatawan untuk tidak menuruni, mendekati, atau bermalam di sekitar radius 600 meter dari Kawah Wadon,” tegas Wafid..  

Gunung Gede merupakan gunungapi tipe strato dengan ketinggian 2.958 mdpl. Letusan terakhir terjadi pada tahun 1957 dari Kawah Ratu, dengan kolom letusan mencapai 3.000 meter.

Bagi para pendaki dan wisatawan, penting untuk memantau informasi resmi dari  http://magma.esdm.go.id atau kanal resmi BPBD dan PVMBG.

Komentar