Rabu, 17 Juni 2026 | 20:52
NEWS

Pengajian Kebangsaan di Posko Teuku Umar Dihadiri Sejumlah Tokoh

Pengajian Kebangsaan di Posko Teuku Umar Dihadiri Sejumlah Tokoh
Prof. Rokhmin Dahuri menyampaikan tausiyah

ASKARA - Pengajian Kebangsaan: Lintas Firqoh dan Lintas Fraksi kembali digelar di rumah Jl. Teuku Umar No.9, Menteng , Jakarta Pusat, Selasa (5/12) malam 

Pengajian yang diinisiasi Cendikiawan Muslim yang juga Pakar Ekonomi Kelautan, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MSc diadakan sejak 2013. Sebelum Covid-19, diselenggarakan 3 bulan sekali. 

Prof Rokhmin Dahuri yang membuka Pengajian Kebangsaan mengatakan kegiatan seperti ini sudah dilakukan sejak 2013.


 
"Sudah 10 tahun berlangsung dan sebelumnya dilaksanakan di rumah-rumah tokoh lainnya dan kali ini di tuan rumahnya Pak Mahfud," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Kabinet Gotong Royong itu.

Dalam kegiatan ini Prof. Rokhmin Dahuri  menyampaikan tausiah dengan tema Imtaq dan "Akhlak Mulia Kunci Sukses dan Bahagia Dunia-Akhirat".

Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari tokoh perempuan Indonesia dalam bidang ekonomi Hendri Saparini dengan tema "Islam Sebagai Solusi Permasalahan Ekonomi, Kerusakan Ekologi, dan Perubahan Iklim Global".

Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 3 Mahfud Md  mengatakan kegiatan tersebut sudah lama terselenggara, yang digagas oleh Prof. Rokhmin Dahuri.
 
"Kegiatan ini semacam diskusi tentang keislaman dan keindonesiaan. Sejak dulu sudah ada, sekarang diundang lagi tokoh-tokoh Indonesia dari berbagai hal seperti keagamaan ekonomi, sosial, budaya, politik dan lainnya," ujar Mahfud.

Dalam tausiyahnya, Dr. Zainul Majdi menyayangkan ditengah ghiroh Islamiyyah yang luar biasa banyak anak-anak muda yang ingin kembali ke agama disuguhkan kitab tentang bab politik kekuasaan tanpa sebelumnya ada pembersihan, tanpa adanya kesadaran.

Padahal, tegasnya, kalau kitab membaca kitab fiqh  bagaimana para ulama menyusun apa yang diambil dari inspirasi kenabian, para ulama menyusun bab-bab itu dari thoharoh (pembersihan) baik fisik maupun non fisik. 

"Lalu kemudian masuk bab shalat, zakat, puasa, haji. Baru kemudian imamah atau tentang kepemimpinan,"  papar Zainul Majdi yang disapa Tuab Guru Bajang (TGB).

Dalam forum kali ini tokoh-tokoh nasional yang hadir antara lain Ikrar Nusa Bhakti, Yenny Wahid, Ketua Santri Milenial Jabar, Ketum APINDO Hariyadi Sukamdani, Rektor alAzhar Prof. Asep saepudin, mantan ketua dpd Irman Gusman, Mantan Dubes Tiongkok Imron Cotan.

Acara diawali dengan shalat Maghrib dan dilanjut dengan shalat Isya berjamaah itu tampak begitu khidmat dan penuh keakraban. Bahkan nampak tak ada jarak diantara tokoh ulama, pemerintahan, cendikiawan, pengusaha dan dan para aktivis. Semua yang hadir dalam pengajian itu larut dalam hangatnya silaturahmi.

Komentar