Kamis, 23 Juli 2026 | 12:06
COMMUNITY

Ikut Jalan Sehat Santai HUT ke-78 PGRI di Cirebon

Prof. Rokhmin Dahuri: Semoga PGRI Bisa Ciptakan SDM Unggul, Berakhlak dan Makin Baik

Prof. Rokhmin Dahuri: Semoga PGRI Bisa Ciptakan SDM Unggul, Berakhlak dan Makin Baik
Prof. Rokhmin Dahuri (no 2 kanan) Ikut Jalan Sehat Santai HUT ke-78 PGRI di Cirebon

ASKARA - Ketua Umum Dulur Cirebonan, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri MS berharap semoga PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) selalu bisa menciptakan sumber daya manusia yang makin unggul, makin berakhlak dan makin baik.

Hal itu dikatakannya ketika mengikuti Jalan Sehat Santai dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 PGRI dan Hari Guru Nasional  (HGN) Tahun 2023 di Cirebon, Rabu (15/11). Jalan Santai dilepas oleh Bupati Kab. Cirebon, Drs. H. Imron Rosyadi, M. Ag.

Prof. Rokhmin Dahuri mengaku bahagia diundang PGRI. Menurutnya ada tiga alasan, yakni: Pertama, alasan empiris, betapa pentingnya guru itu. Hal ini mengacu pada pidato Kaisar Jepang Hirohito ditengah lapangan Tokyo, seminggu setelah Kota Hiroshima dan Nagasaki di luluh lantakan oleh bom atom.

Dua kota di Jepang itu hancur karena bom atom yang dijatuhkan Amerika Serikat (AS) di penghujung Perang Dunia II.

Pidatonya singkat dan isinya hanya pertanyaan, bukan berapa jumlah pabrik yang masih beroperasi. Sang kaisar bukan bertanya berapa panjang ruas jalan yang masih tersisa, tidak bertanya berapa jumlah tentara, polisi yang masih hidup.

“Ternyata kaisar bertanya berapa jumlah guru yang masih hidup. “Berapa jumlah guru yang tersisa?” kata Kaisar Jepang ke-142 yang dikenal dengan nama anumerta Kaisar Showa,” ujar Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan-IPB University itu.

Akhirnya Jepang mampu bangkit dari keterpurukan. Bahkan mampu berkembang dengan pesat. Pada tahun 1945 di luluh lantakan, kemudian di tahun 1977 sudah dinobatkan oleh Bank Dunia dan IMF sebagai Negara paling maju.

“Intinya dari pidato sang kaisar adalah kalau kita ingin memajukan, memakmurkan dan mendaulatkan bangsa Indonesia kunci utamanya adalah human capital atau sumber daya manusia,” kata Ketua Gerakan Nelayan Tani Indonesia itu.

Kedua, sambung Prof. Rokhmin Dahuri, alasan rasional bagaimana kejayaan Romawi, Kejayaan Islam sampai sekarang kejayaan kapitalisme, Negara maju dan makmur kuncinya satu, sumber daya manusianya yang top markotop, unggul, berazar mulia, beriman dan takwa.

Ketiga, Penasehat Menteri Kelautan dan Perikanan 2020 – 2024 tersebut mengatakan, alasan berdasarkan hadits Bukhari dan Muslim, bahwa ketika manusia meninggal dunia, maka terputus sudah amal jariahnya kecuali tiga perkara yakni: sedekah jariyah, ilmu bermanfaat dan doa anak yang sholeh.

“Profesi guru itu keren, mengantarkan kita ke sorga. Oleh karena itu guru harus didukung Presiden terpilih nanti agar lebih baik lagi sarana dan prasarana pendidikannya. Saya berharap kinerja guru yang sudah baik akan lebih baik lagi. Selamat HUT ke 78 PGRI,” tutup Prof. Rokhmin Dahuri yang maju sebagai calon legislatif DPR RI dari dapil Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon dan Indramayu.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Cirebon Hj. Wahyu Tjiptaningsih, S.E, M. Si menyatakan, diharapkan PGRI tetap sukses.

“Jaya selalu yang nantinya akan mencetak generasi penerus Emas yang unggul dan tangguh,” ucapnya.

“PGRI main maju, makin kompak bersama pemerintah Kabupaten Cirebon,” Ketua PB PGRI, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd menimpali.

Kadis Perhubungan Kab. Cirebon, Drs. H. Asdullah Anwar mengungkapkan, “Semoga PGRI semakin jaya , gurunya sejahtera.”

Komentar