Kamis, 04 Juni 2026 | 07:15
NEWS

Ini Empat Alasan Mengapa Prabowo Harus Gandeng Airlangga Sebagai Cawapres

Ini Empat Alasan Mengapa Prabowo Harus Gandeng Airlangga Sebagai Cawapres

ASKARA - Setelah terbentuknya Koalisi Indonesia Maju dan bergabungnya partai-partai politik yang ikut mengusung Prabowo Subianto sebagai Bakal Calon (Balon) Presiden RI, maka langkah selanjutnya adalah Prabowo menentukan bakal calon wakil presiden.

Dari sejumlah nama yang muncul, ada empat hal yang layak menjadi pertimbangan Prabowo Subianto dalam menentukan Balon presidennya dan keempatnya ada pada sosok Airlangga Hartarto.

Demikian pendapat yang disampaikan Ketua Fraksi Golkar MPR RI, Dr Ir HM Idris Laena MH, Senin (9/10).


Pertama, soal elektabilitas, beberapa lembaga survey telah merilis bahwa hasil survey Balon presiden Prabowo Subianto jika dipasangkan dengan Airlangga Hartarto. Termasuk sangat tinggi jika dibandingkan dengan Balon wakil presiden yang lain.

Kedua, Partai Golkar adalah partai yang memiliki kursi terbanyak dalam koalisi, sehingga sudah selayaknya jika Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dihargai untuk dijadikan Balon wakil presiden.

“Ketiga, Partai Golkar sebagai partai besar tentu memiliki kader tradisional yang konkrit mendukung jika ketua umumnya menjadi balon wakil presiden. Seperti yang terjadi pada dua kali pencalonan Yusuf Kalla sebagai Calon Wakil Presiden. Saya yakin Akan Linier dengan Perolehan Suara Golkar,” kata Idris Laena.

Selanjutnya keempat, bahwa isu terbesar pada Pemilu 2024 yang akan datang adalah soal ekonomi.

Sebagai Menko Perekonomian suka tidak suka harus diakui bahwa Airlangga sangat berpengalaman dibidang ekonomi dan terbukti sangat berpengalaman mengawal ekonomi di era Pemerintahan Joko Widodo.

Ketua Umum Satkar Ulama Indonesia ini mengingatkan bahwa keputusan agar Airlangga Hartarto maju sebagai calon presiden atau wakil presiden diambil dalam Forum Rapimnas dan diperkuat dalam Forum Munas Golkar. Sehingga dikhawatirkan jika calon wakil presiden yang di usung oleh koalisi Indonesia maju bukan Airlangga Hartarto, maka kader Partai Golkar tidak solid seratus persen dalam memberikan dukungannya.

“Saya kira ini harus dipertimbangkan secara serius,” ujar dia.

Komentar