Doa Minta Hujan dan Mengenal Kerja Pawang Hujan
Oleh: KRH Aryo Gus Ripno Waluyo, SE, SP.d, S.H, C,NP, C.CL, C.MP *)
ASKARA - Pawang hujan adalah orang yang memiliki kemampuan mengendalikan hujan dengan cara memindahkan atau menggeser hujan ke daerah/tempat lain. Sejatinya, pawang hujan tidak menolak ataupun menghentikan hujan.
Mereka hanya memindahkan awan gelap (mendung) dari satu tempat ke tempat lainnya.
Namun doa ini juga bisa dipanjatkan untuk memohon agar hujan segera berhenti. Allahumma haawalaina wa laa 'alaina. Allahumma 'alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari.
Sebaiknya untuk memberhentikan hujan dengan cara berdoa dan berdzikir meminta yang terbaik kepada Allah SWT, hukum menggunakan jasa pawang hujan adalah haram dan tidak diperbolehkan dalam Islam. Ini berbeda halnya dengan meminta doa kepada orang alim atau shaleh agar hujan tidak turun.
Terdapat dalam pelaksanaan pawang hujan yang meyakinkan kekuatan ghaib. Kesemuanya ini sebagai hal yang mengotori ketauhidan kepada Allah. Hal yang demikian ini di dalam agama Islam dinyatakan dosa besar.
Pawang hujan dianggap seperti dukun, dan perilakunya dianggap musyrik karena ada unsur menduakan Allah SWT, karena meminta bantuan kepada selain Allah SWT, bisa kepada syetan atau jin. Pawang hujan tidak hanya ada di Indonesia, tetapi juga di beberapa negara di dunia.
Umat Islam dilarang meyakini bahwa pawang hujan adalah pengendali hujan. Sebab posisi pawang sebagai hamba harus serius dalam bermunajat dan beristighotsah kepada Allah SWT yang kita yakini sebagai Dzat Maha Kuasa mengendalikan dan menghentikan hujan.
Sesuai dengan namanya, al-istisqa' ialah meminta curahan air penghidupan (thalab al-saqaya).
Para ulama Fiqh mendefinisikan salat Istisqa sebagai salat Sunnah muakkadah yang dikerjakan untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan air hujan.
Allaahummasqinaal ghaitsa, wa laa taj alnaa minal qaanithiin. Artinya, "Ya Allah, turunkan kepada kami air hujan. Jangan jadikan kami termasuk orang yang berputus harapan." Doa Agar Hujan Reda. Allahumma haawalaina wa laa 'alaina. Allahumma 'alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari.
Untuk menghasilkan hujan buatan, dibutuhkan awan dengan tingkat kelembaban yang tinggi dan angin yang bergerak perlahan. Untuk menciptakan kondisi yang mendukung pembentukan hujan buatan, usaha dilakukan dengan cara menaburkan partikel-partikel halus seperti garam ke dalam awan guna merangsang kondensasi uap air.
Menabur garam di langit efektif dalam menangkal hujan dan telah ada penjelasannya dalam ilmu sains. Cara ini bahkan sudah dikenal dengan istilah Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), karena aktivitas modifikasi cuaca pada dasarnya merupakan suatu aplikasi yang memerlukan sentuhan teknologi dalam prosesnya.
Garam-garam itu ditabur di awan hujan yang berarak menuju Jakarta dan sekitarnya. Tujuannya, agar awan hujan yang belum tumbuh besar itu bisa digugurkan menjadi hujan terlebih dahulu sebelum berubah menjadi besar dan sampai di atas Jakarta dan sekitarnya.
Dengan demikian garam yang disebar di awan berfungsi untuk menyatukan dan mengikat butir-butir hujan (water droplets) yang telah ada. Hujan konvektif adalah proses yang terjadi akibat perbedaan panas di lapisan udara dan permukaan tanah. Semakin tinggi naik ke atmosfer, udara panas akan menjadi dingin, hingga akhirnya uap air yang mengembun mulai membentuk awan cumulonimbus yang turun menjadi hujan.
Sungai dan sumur pada kering sebab hujan belum turun, maka dari itu sebaik nya pemerintah tidak sibuk urusan capres dan politik, ajak rakyat berdoa dan memohon hujan kepada sang pencipta ( Allah SWT ) agar kehidupan masyarakat bisa normal dan sejahtera di bulan bulan ini.
Suhu politik memanas akibat parpol sibuk siapa capres dan cawapres dll. Rakyat susah menderita kekeringan di daerah daerah akibat nya beras mahal dan kapan para pemimpin peduli dan belum ada parpol mana pun yang berbagi air dan beras untuk rakyatnya.
*) Budayawan, Penulis, Spiritualis, Advokat, Ketua DPD Jatim PERADI Perjuangan

Komentar