Kamis, 25 Juli 2024 | 08:37
NEWS

Atasi Persoalan Harga Beras, Begini Respon Anggota DPR RI Nevi Zuairina

Atasi Persoalan Harga Beras, Begini Respon Anggota DPR RI Nevi Zuairina
Anggota DPR RI, Nevi Zuairina (int)

ASKARA - Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKS, Hj. Nevi Zuairina menyoroti kenaikan harga beras yang terjadi beberapa waktu terakhir. 

Menurut Nevi, pemerintah perlu segera turun tangan mengambil langkah solutif untuk menyelesaikan kenaikan harga beras tersebut. Pertama, mendorong agar pemerintah mulai serius dalam mengimplementasikan diversifikasi pangan.

"Fraksi PKS mendorong Pemerintah melakukan upaya diversifikasi pangan baik di pusat maupun daerah," kata Nevi kepada Askara.co, Senin (11/9).

Nevi juga meminta agar pemerintah melakukan terobosan-terobosan dalam bentuk inovasi dan teknologi baru guna meningkatkan produksi pangan.

"Perlu ada terobosan dalam bentuk inovasi dan teknologi baru yang bisa melipatgandakan produksi dengan input yang makin minim," ujar Nevi.

Selanjutnya, Wakil rakyat asal Sumatera Barat II ini juga meminta pemerintah untuk segera menambah luas tanam guna meningkatkan produksi pangan "Lakukan upaya memperluas lahan pangan yang masih terbilang kecil," ucap Nevi.

Kemudian, Nevi juga meminta agar pemerintah dan Bulog segera mempercepat pendistribusian beras dengan stok yang tersedia melalui operasi pasar guna menstabilkan harga komoditas tersebut. Operasi pasar secara besar-besaran diyakini bisa mempengaruhi psikologis pasar dan meredam gejolak harga. 

"Operasi Pasar dan Telusuri, bila ada penimbunan harus ditindak tegas. Berikan hukuman yang menimbulkan efek jera," kata Nevi menegaskan.

Dalam kesempatan ini, Nevi juga meminta pemerintah, lembaga riset dan perguruan tinggi serta masyarakat petani untuk bersatu menyiapkan solusi dalam menghadapi El Nino yang berkepanjangan. Hal tersebut, dilakukan agar produktifitas hasil pertanian petani tidak menurun akibat cuaca panas yang berkepanjangan.

"Pendampingan kepada petani khususnya menghadapi El Nino. Saat ini petani tidak ada yang membimbing dan memandu. Lembaga riset dan perguruan tinggi dengan para penelitinya mestinya bisa terjun langsung dan menyatu dengan petani di lahan," ujar dia.

Komentar