Minggu, 07 Juni 2026 | 21:06
COMMUNITY

IPB Bentuk Tiga Tim Menyelidiki Tewasnya Mahasiswi S2 Ilmu Nutrisi dan Pakan

IPB Bentuk Tiga Tim Menyelidiki Tewasnya Mahasiswi S2 Ilmu Nutrisi dan Pakan
IPB University (Dok IPB)

ASKARA - Laila Atika Sari, seorang mahasiswi S2 Ilmu Nutrisi dan Pakan di Institut Pertanian Bogor (IPB), telah kehilangan nyawanya dalam sebuah insiden tragis yang melibatkan kebakaran di ruang laboratorium. Rektor IPB, Prof. Arif Satria, telah membentuk tiga tim untuk menyelidiki dan mengevaluasi insiden ini serta memastikan keselamatan dalam aktivitas kampus.

Dalam keterangan tertulis dari Biro Komunikasi IPB pada Minggu (20/8), Prof. Arif menjelaskan langkah-langkah yang diambil oleh universitas dalam menghadapi tragedi ini. "Tiga tim telah dibentuk untuk menangani permasalahan ini, sekaligus melakukan antisipasi untuk memastikan keselamatan kerja di laboratorium serta hal-hal lain yang berkaitan dengan kehidupan kampus," ucapnya.

Prof. Arif merinci bahwa tiga tim ini memiliki tanggung jawab yang berbeda. Pertama, ada tim investigasi yang bekerja sama dengan kepolisian untuk mengumpulkan detail kronologis kejadian, termasuk pemeriksaan prosedur baku (SOP) dan faktor-faktor lain yang mungkin berpengaruh.

Kemudian, tim evaluasi laboratorium akan memeriksa peralatan dan fasilitas di seluruh laboratorium di kampus IPB, terutama yang memiliki risiko tinggi saat digunakan. Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa peralatan yang digunakan oleh mahasiswa dan staf dalam aktivitas laboratorium sesuai dengan standar keselamatan yang tinggi.

Tim ketiga yang dibentuk adalah tim keselamatan kerja di kampus. Tim ini bertugas untuk memastikan keselamatan dalam setiap aspek kehidupan kampus, termasuk aktivitas akademik, pengabdian pada masyarakat, serta ketertiban dan keselamatan lalu lintas.

"Sebagian besar tim ini berasal dari Kantor Manajemen Risiko yang akan mengevaluasi berdasarkan pedoman dan petunjuk pelaksanaan sistem manajemen laboratorium yang telah dimiliki," ungkap Prof. Arif.

Semua tindakan ini akan dikoordinasikan oleh Sekretaris Institut, Prof. Agus Purwito. Prof. Arif berharap langkah-langkah ini dapat memberikan kepastian bahwa semua laboratorium di IPB University aman digunakan dalam aktivitas akademik. "Kami berharap kejadian ini tidak terulang lagi," ujar Prof. Agus.

Kronologi Kejadian

Keterangan resmi dari IPB, saat peristiwa itu terjadi, Laila Atika Sari tengah berada di laboratorium untuk melaksanakan penelitiannya dalam program S2-nya. Penelitian tersebut melibatkan analisis lemak bahan pakan menggunakan metode soxlet.

Pada sekitar pukul 16.00 WIB, terjadi kebakaran di ruang laboratorium yang juga mengenai Laila. Rekan-rekan mahasiswa yang berada di sekitar laboratorium dengan sigap berusaha memadamkan api dan memberikan pertolongan kepada Laila. Setelah itu, Laila segera dilarikan ke RS Medika Darmaga menggunakan ambulans dari IPB untuk mendapatkan pertolongan medis.

Setelah penanganan awal di RS Medika Darmaga, tim medis menyatakan bahwa kondisi Laila memerlukan perawatan lebih intensif di rumah sakit dengan fasilitas yang lebih lengkap. Pada malam harinya, tim dari IPB dan keluarga sepakat untuk memindahkan Laila ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) guna mendapatkan perawatan yang lebih intensif.

Laila mendapat perawatan intensif di RSCM, namun, pada pagi Sabtu (19/8), berita duka datang. Laila Atika Sari dinyatakan meninggal dunia atas insiden tragis kebakaran di ruang laboratorium IPB.

"Dalam kehendak-Nya, setelah mendapat perawatan intensif dari tim dokter RSCM, pagi ini Sabtu, 19 Agustus 2023 sekitar pukul 10.00 WIB, Laila Atika Sari meninggal dunia. Almarhumah akan dikebumikan di Serang, sore ini," demikian penutup pernyataan resmi dari IPB.

 

Komentar