Rabu, 17 Juni 2026 | 18:20
COMMUNITY

Keajaiban Pengabulan Doa dalam Surat Ali Imran 37-38: Kisah Maryam dan Nabi Zakaria

Keajaiban Pengabulan Doa dalam Surat Ali Imran 37-38: Kisah Maryam dan Nabi Zakaria
Ilustrasi (int)

Oleh: Rahmat Mulyana

ASKARA - Dalam Al-Quran, terdapat sebuah kisah yang menggambarkan keajaiban pengabulan doa. Kisah ini terkandung dalam surat Ali Imran ayat 37 dan 38 yang menjelaskan tentang Nabi Zakaria dan Maryam. Ayat ini mengajarkan kita bahwa salah satu waktu mustajab untuk berdoa adalah ketika kita mendengar adanya nikmat yang diberikan Allah kepada saudara kita. Maka, sebaiknya kita tidak iri hati, melainkan segera meminta kepada Allah.

Dalam surat Ali Imran ayat 37, diceritakan bahwa setiap kali Nabi Zakaria masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia menemukan makanan di sisinya. Nabi Zakaria kemudian bertanya kepada Maryam darimana asal makanan tersebut, dan Maryam menjawab bahwa makanan itu datang dari sisi Allah. Ini menunjukkan bahwa Allah memberi rezeki kepada siapa pun yang dikehendaki-Nya tanpa batasan.

Setelah menyaksikan anugerah yang diberikan kepada Maryam, Nabi Zakaria langsung berdoa seperti yang tercantum dalam surat Ali Imran ayat 38. Doanya berbunyi, "Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa."

Pelajaran tentang Waktu Mustajab Berdoa dan Sikap Tidak Iri

Dari kisah ini, kita dapat belajar bahwa salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa adalah ketika kita mendengar adanya nikmat yang diberikan Allah kepada saudara kita. Oleh karena itu, kita seharusnya tidak iri hati ketika orang lain mendapat nikmat dari Allah. Sikap iri hati hanya akan merugikan kita, baik secara lahir maupun batin.

Ada empat kerugian yang mungkin kita alami jika kita iri hati terhadap nikmat yang diberikan Allah kepada saudara kita:

1) Hati kita akan rusak.
2) Kita akan berbuat dosa.
3) Kita akan menyinggung Allah Yang Maha Kaya. Karena kita akan bersu'udzon, seolah-olah karunia Allah itu terbatas, sehingga kita berpikir kalau orang lain mendapat nikmat, maka jatah kita sudah tidak ada lagi.
4) Hilanglah kesempatan berharga untuk berdoa

Padahal, Allah Maha Kaya dan anugerah-Nya tak terbatas. Oleh karena itu, di saat kita menyaksikan orang lain mendapatkan nikmat, kita seharusnya meminta kepada Allah, bukan iri hati.

Menggali Hikmah dari Kisah Maryam dan Nabi Zakaria

Keutamaan berdoa pada waktu yang mustajab: Salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa adalah ketika kita menyaksikan atau mendengar nikmat yang diberikan Allah kepada saudara kita. Waktu tersebut dianggap baik untuk berdoa karena kita dapat merasakan kebaikan yang diberikan Allah kepada orang lain dan mengharapkan kebaikan yang sama untuk diri kita.

Menjauhi sikap iri hati: Iri hati merupakan perasaan negatif yang dapat merusak hati dan hubungan kita dengan Allah serta sesama manusia. Oleh karena itu, kita harus menjauhi sikap iri hati dan lebih fokus untuk bersyukur atas segala nikmat yang telah kita peroleh.

Menghargai anugerah Allah: Kisah ini mengajarkan kita untuk senantiasa menghargai anugerah dan karunia yang diberikan Allah kepada kita. Kita perlu menyadari bahwa setiap orang memiliki takdir dan jalan hidup yang berbeda, sehingga kita tidak perlu merasa cemas jika orang lain mendapatkan nikmat yang belum kita peroleh.

Kesabaran dalam menghadapi cobaan: Nabi Zakaria menghadapi cobaan yang berat karena belum memiliki keturunan. Namun, ia tetap bersabar dan terus berdoa kepada Allah. Hal ini mengajarkan kita untuk selalu bersabar dalam menghadapi berbagai cobaan dan rintangan dalam hidup

Kesimpulan

Kisah Maryam dan Nabi Zakaria dalam surat Ali Imran ayat 37-38 mengajarkan kita tentang keajaiban pengabulan doa, waktu mustajab untuk berdoa, serta pentingnya menjauhi sikap iri hati. Kita perlu mengambil hikmah dari kisah ini dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari agar dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih dekat dengan Allah.

Semoga kita dapat mengambil pelajaran yang berharga dari kisah ini dan senantiasa menjauhi sikap iri hati, serta senantiasa bersyukur atas segala nikmat dan karunia yang telah Allah berikan kepada kita. Aamiin. 

Komentar