Minggu, 14 April 2024 | 15:35
OPINI

Memahami Tugas Pranatacara dan Pambiwara

Memahami Tugas Pranatacara dan Pambiwara

Oleh: KRH Aryo Gus Ripno Waluyo, SE, SP.d, S.H, C.NSP, C.CL, C.MP

Pambiwara merupakan seseorang berketerampilan khusus dalam sastra dan bahasa Jawa yang mampu membawakan acara-acara di lingkungan masyarakat Jawa. Peran sentral pambiwara adalah membawa, mengatur, dan mengendalikan acara.

Pranatacara adalah sebutan bagi pembawa acara dalam bahasa Jawa. Acara yang dibawakan seperti pernikahan, khitanan, ulang tahun, dan lain-lain. Pranatacara bertugas untuk memandu jalannya acara agar bisa terselenggara dengan baik dan lancar sesuai rencana.

Pengertian Pranatacara yaiku paraga kang nduweni jejibahan nata lan nglantarake acara utawa adicara (Pranatacara atau penyelenggara adalah orang yang memiliki tanggung jawab untuk menyelenggarakan dan menyampaikan suatu acara).

Pranatacara disebut juga dengan pembawa acara jika dalam bahasa Indonesia. Tugas dari pranatacara adalah membawa acara dan mengatur urutan jalannya suatu acara dari awal acara hingga acara selesai.

Pranatacara bisa disebut juga dengan pambyawara, pranata adicara, pranata titilaksana, dan pranata laksitaning adicara. unsur unsur yang menjadi dasar dari pranatacara adalah Olah swara, Olah raga lan busana, Olah basa lan sastra, Pangrengga swara, Papan, Pawiyatan, Ketewajuhan, Mental, Gladhen dan Kasamaptaan.

Panatacara / Pranatacara adalah salah satu orang yang mempunyai fungsi untuk mengatur jalannya acara ataupun membawakan acara pada acara resmi ataupun acara adat khususnya dengan menggunakan bahasa jawa dalam penyajiannya.

Olah basa lan sastra adalah segala hal yang berkaitan dengan kemampuan dalam berbahasa dan sastra. Pangrengga swara adalah segala hal yang berkaitan dengan alat alat yang membantu pranatacara dalam mengolah suara.

Pengertian purwaka yaiku kegiatan berkomunikasi di hadapan khalayak ramai yang bertujuan untuk menyampaikan sebuah gagasan. Dalam pidato terdapat unsur-unsur pembentuk pidato yang harus diperhatikan dalam penyusunannya, yaitu pembuka/pendahuluan, isi, dan penutup.

Kang diaturake pranatacara ana ing perangan purwaka yaiku atur pamuji syukur marang Gusti Allah sarta atur panuwun marang para tamu rawuh utawa para tamu undangan sing kepareng rawuh. Tetembungan liya kanggo tembung pranatacara yaiku pambyawara, pranata adicara, utawa pranata laksitaning adicara.
Itu berarti purwaka adalah kalimat pembuka yang berisi sambutan dan ucapan syukur yang ditujukan kepada yang para tamu dan hadirin yang telah datang, serta mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Pembahasan. Wasana basa merupakan bagian dari sesorah atau pidato. Namun wasana basa bisa juga terdapat pada bagian layang atau surat. Wasana basa bisa disebut juga dengan penutup yang berisi tentang ucapan terimakasih dan juga ucapan permintaan maaf jika terdapat kesalahan perkataan atau kalimat.

Terdapat tiga tugas utama yang harus dilaksanakan seorang Pranatacara, antara lain: memberikan informasi kepada orang lain, memberikan kesenangan kepada orang-orang yang bersedia mendengarkan, meminta kepada audience agar bersedia mendengarkan atau menyimak apa yang disampaikan oleh Pamedar sabda.

Tulisan hasildari wawancara KRH Aryo Gus Ripno Waluyo, SE, SP.d, S.H, C.NSP, C.CL, C.MP bersama KRT Parnodipuro selaku panitia acara seminar dan pagelaran panggih pengantin gaya surakarta, 6 februari 2023 di Taman Krida Budaya kota malang.

Komentar