Rabu, 17 Juni 2026 | 17:15
COMMUNITY

Testimoni Dari Istanbul: Kisah Sejati Yang Mencengangkan

Testimoni Dari Istanbul: Kisah Sejati Yang Mencengangkan
Ilustrasi Pemakaman di Istambul (int)

ASKARA - Kisah ini diceritakan langsung Dr. Ahmad Mator, seorang pakar Ekonomi Islam asal Mesir yang tinggal di Istanbul.

“Ibu mertua saya wafat pada malam Selasa lalu, di rumah saya di Istanbul pada jam 1 dinihari. Kemudian saya menghubungi nomor 155,” ujar Ahmad Mator lewat akun Facebooknya, dikutip Sabtu (10/12).

Dan, lanjutnya, beberapa menit kemudian datang dokter dg membawa Defribillator (alat kejut jantung) untuk usaha penyelamatan. “Ketika jelas bahwa ibu mertua saya telah wafat, maka dokter tersebut menghubungi dokter yang lain,” katanya.

Kemudian datang setelah itu dokter lain menuliskan laporan (untuk kepentingan administrasi). Beberapa menit kemudian datang mobil dengan dua petugas yang memindahkan jenazah ke tempat pemulasaran jenazah terdekat.

Mereka kemudian menginformasikan pada kami pihak keluarga, tempat pemulasaran jenazah dengan jarak sejauh 4 km dari rumah. Mereka juga menginformasikan rencana tempat pemakaman.

“Mereka menanyakan kepada kami tentang masjid yang akan dipilih untuk sholat jenazah. Kami pun menentukan masjid Al Fatih, setelah sholat dhuhur,” sebutnya.

Merekapun segera menyampaikan kepada pihak masjid. Dan semua itu berjalan dalam waktu kurang dari 2 jam setelah wafatnya mertua saya pada tengah malam.

Pada pagi mereka melaksanakan proses pemandian jenazah. Setelah itu proses pengkafanan, dan kain kafan disediakan oleh mereka. Kemudian mereka memindahkan jenazah ke masjid.

“Kami pun meminta izin pada imam masjid untuk melaksanakan sholat jenazah, dan langsung disetujui,” katanya.

Setelah selesai sholat, disiapkan mobil untuk memindahkan jenazah ke tempat pemakaman sejauh 40 km. Juga disiapkan bus khusus untuk mengantarkan keluarga jenazah.

“Di pemakaman kami mendapati liang lahad telah siap, dan mereka memiliki SOP pemakaman yang jelas. Setelah pemakaman, imam membacakan Al Quran dan memimpin doa,” terang Ahmad Mator.

Mereka memberikan microphone untuk menambahkan doa, juga menyalakan rekaman tilawah surat al Ikhlas. Setelah semua usai, semua kembali diantarkan dengan bus ke rumah kami sebagaimana semula.

Semua layanan tersebut didapatkan secara gratis tanpa biaya satu sen pun, tanpa hadiah, tanpa susah-susah, tanpa perantara, dan tanpa harus tahu macam-macam.

“Kami mencoba memberikan dana hadiah pada petugas wanita yang memandikan jenazah sebagai bentuk penghormatan & terima kasih kami, tapi petugas tersebut menolak dengan sungguh-sungguh dan menasehati kami agar dana tersebut di sedekahkan saja atas nama si mayyit,” tuturnya.

Perlu dicatat, yang meninggal di sini adalah seorang berkebangsaan Mesir bukan warganegara Turki asli. Ahmad Mator mengakui, semua layanan yang dia dapatkan : Ambulance, Dokter, Laporan, Pemindahan Jenazah ke tempat Pemulasaran, Pemandian Jenazah, Pengkafanan + kain kafan, Pemindahan jenazah ke masjid, Bus untjm keluarga, Imam dan perangkat soundsystem, Pemindahan jenazah ke makam, proses pemakaman, surat ijin pemalamam, bus kepulangan, dan sertifikat kematian, semua itu gratis hanya dengan sekali telpon saja !

“Saya bertanya tentang siapa yang membuat aturan dan layanan gratis ini. Mereka menjawab: Erdogan . Lalu menambahkan : Kalian juga berhak mendapatkan tempat khusus untuk orang2 datang bertakziyah, dan juga makan selama 3 hari dan semua juga gratis,” pungkasnya.

Komentar