Senin, 15 Juni 2026 | 22:06
NEWS

Terbongkar! Wakil Ketua DPD PSI Malang Mengaku Sebar Hoaks Penjual Dawet di Stadion Kanjuruhan

Terbongkar! Wakil Ketua DPD PSI Malang Mengaku Sebar Hoaks Penjual Dawet di Stadion Kanjuruhan
Suprapti Fauzi minta maaf (ist)

ASKARA - Beredar video permintaan maaf yang dilakukan Wakil Ketua DPD PSI Kabupaten Malang Suprapti Fauzi pembuat rekaman kepada keluarga Nawi Curva Nord. Rekaman itu lantas viral di media sosial Twitter, sehingga netizen mengomentari dengan sindiran menohok ke PSI.

Suprapti Fauzi mengaku membuat rekaman palsu dan mengaku sebagai penjual dawet di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10).

Dia juga mengaku apa yang dilakukannya merupakan tindakan spontan dan tidak bermaksud menjelekkan korban tragedi Kanjuruhan.

Dalam video yang disebar akun Twitter @AremaniaCulture Suprapti mengatakan bahwa dirinya bukan suruhan siapa-siapa. 

“Saya meminta maaf terkait (rekaman) yang beredar kemarin. Saya tidak ada tujuan apapun untuk menjelekkan nama almarhum. Demi Allah, saya meminta maaf kepada panjenengan (Anda-red), tolong maafkan saya jika ada perkataan saya yang salah,” ungkapnya, Rabu (12/10).

Suprapti mengatakan, menyebarkan rekaman suara yang mengaku penjual dawet dalam Tragedi Kanjuruhan tidak untuk mencemarkan nama baik suporter Arema FC. 

“Tidak ada tujuan saya untuk mencemarkan nama baik mas Nawi, tolong dimaafkan. Demi Allah nggak ada settingan apa-apa dan saya bukan suruhan siapa-siapa. Mohon maaf yang sebesar-besarnya mbak Eka ya,” tambahnya. 

Sebelum nama Suprapti Fauzi terungkap, beredar suara “ibu penjual dawet” yang menyebut jika gas air mata yang ditembakkan di stadion tidak seberapa.

Sebaliknya, ia kembali menuduh jika Aremania itu sendiri yang menjadi penyebab banyaknya korban meninggal dalam tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022 lalu.

“Kalau gas air mata gak terlalu, tapi karena uyel-uyelan dan desak-desakannya itu,” kata ibu yang mengaku penjual dawet dalam rekaman tersebut. 

Akan tetapi dari berbagai penelusuran yang dilakukan, tidak ditemukan lapak dawet di sekitar Pintu 13 Stadion Kanjuruhan. Polisi pun mengatakan akan mengusut perempuan di balik rekaman itu.

Menanggapi hal itu, Ketua DPD PSI Kabupaten Malang, Yosea Suryo Widodo menegaskan, ibu penjual dawet itu sudah lama bukan pengurus PSI. Yosea menyebutkan, Suprapti sudah keluar dari partai sejak 22 Juni 2020.

Dia menegaskan, PSI bakal memecat Suprapti jika benar masih tercatat sebagai kader.

"Ibu tersebut sudah bukan pengurus PSI sejak 22 Juni 2020. Kami sedang mengecek di sistem keanggotaan PSI. Jika benar masih tercatat, kami segera pecat," katanya dalam keterangan tertulis yang disampaikan DPP PSI, dikutip Rabu (12/10).

Sejak awal, Yosea menegaskan, PSI mendukung penuh pengusutan tragedi Kanjuruhan. Salah satu bentuk kepedulian PSI, jelas Yosea, yakni aksi Ketua Umum Giring Ganesha mengangkat salah satu anak korban sebagai anak asuh.

"Sebagai wujud kepedulian, Ketua Umum DPP PSI Bro Giring Ganesha mengangkat salah seorang anak korban sebagai anak asuh," ujarnya.

Bahkan mereka juga mendorong pihak-pihak yang bertanggung jawab harus diberi sanksi atas meninggalnya ratusan Aremania.

Sosok Suprapti menjadi buruan Aremania, lantaran viral pengakuannya sebagai penjual dawet di dekat pintu 13 Stadion Kanjuruhan saat insiden terjadi pada Sabtu (1/10) malam WIB. Video pengakuannya yang menyalahkan suporter dan membela polisi menyebar di berbagai grup Whatsapp dan media sosial.

Tak hanya Aremania, rekaman suara yang viral ini juga langsung menyedot perhatian dari pihak kepolisian yang langsung melakukan penyelidikan.
Bahkan rekaman suara misterius \'bakul dawet\' ini juga mendapat perhatian dari Menko Polhukam Mahfud Md dan Komnas HAM. (dari berbagai sumber)

Komentar