Kamis, 01 Desember 2022 | 00:56
COMMUNITY

Menanti Hak Paten Mahasiswa President University

Menanti Hak Paten Mahasiswa President University
Jalu (Dok Pribadi)

ASKARA - Mahasiswa President University, Jalu Wening Wangsanagara meski masih muda tapi ia punya prestasi cemerlang lantaran sudah mampu menghasilkan hak paten alat pembantu bor.

“Usia saya sekarang 18 tahun, dibesarkan oleh orang-orang terdidik yang pada waktu itu belum disebut pendidik. Sebelum masuk perguruan tinggi, saya sempat tertarik dengan hal-hal teknis seperti arsitektur karena terpengaruh oleh keluarga, gambaran teknik, terutama kendaraan, dan robotik. Saat pengumuman SBMPTN saya sebenarnya sudah diterima di Universitas Negeri Semarang (UNNES) di Pendidikan Teknik Mesin,” tuturnya.

Namun, lanjutnya, dirinya sempat bertemu dengan beberapa dosen dari President University sehingga ia pun mendapatkan sejumlah informasi dari seorang dosen teknik elektro yang menjelaskan tentang kurikulum di President University dibanding kampus lainnya dan mempromosikan saya ke President University.

“Pada waktu itu saya diberi tahu bahwa President University memberikan bea siswa kepada orang-orang yang terpilih,” ujarnya. 

Bermula dari hobi, Jalu suka menggambar barang sehingga saat dirinya masih semester pertama, pihak kampus pun memberikan bahan-bahan yang bisa digunakan oleh mahasiswa seperti CAD, informasi dan instruksi gambar dan lainnya sehingga pada semester itu juga mahasiswa didorong untuk mengembangkan potensi diri masing-masing.

Dengan alat-alat itu pada semester 1, Jalu mulai belajar menggambar dan membuat desain drone untuk ujian. 

“Pada semester 2 saya ditantang lagi untuk membuat sebuah gambar, kali ini untuk sebuah bisnis. Untuk itu saya membuat bisnis sendiri yang berputar pada suatu produk, dan produk inilah yang akhirnya dipatenkan untuk paten desain industri. Produknya sendiri adalah alat pembantu bor yang bisa dijual secara komersial, produknya sendiri sudah dibuat prototype-nya dan desainnya dengan beberapa masukan oleh dosen di teknik mesin telah dikonfigurasi untuk gampang diproduksi massal di sebuah pabrik. Dengan bantuan kampus, maka gambar desain dan surat-suratnya sudah dikirim dan sekarang diproses untuk paten,” jelasnya.

Setelah semester 2, tambah Jalu, di President University terkenal dengan lingkungannya yang internasional. 

“Kemampuan bahasa Inggris adalah sesuatu yang dijunjung tinggi di sini, dengan itu saya bergabung dengan suatu divisi di President University yang bertanggung jawab untuk bahasa inggris yaitu pusat bahasa dan literatur bahasa Inggris (ELLC) di President University sebagai pekerja mahasiswanya, dengan bantuan mereka saya bisa bergabung dengan berbagai aktivitas seperti menjadi staf di International Youth Conference (IYC) yang dilakukan di President University,” ungkapnya. 

Komentar