Rabu, 17 Juni 2026 | 22:36
NEWS

Rekor Dunia MURI Pagelaran Kongkurung oleh Peserta Terbanyak

Rekor Dunia MURI Pagelaran Kongkurung oleh Peserta Terbanyak
Alat musik Kongkurung ketika digunakan sebagai bercocok tanam (Dok MURI)

ASKARA - Masyarakat Dayak di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah mempunyai budaya dan adat istiadat yang sangat berkembang dan beragam, salah satunya adalah bercocok tanam, berladang untuk menanam padi, sayuran dan buah-buahan. 

Perladangan dalam masyarakat Dayak di Kabupaten Murung Raya disebut dengan Manugal yaitu kegiatan bercocok tanam masyarakat Dayak yang masih memegang teguh kedekatan dengan alam sekitar.

Alat yang biasa digunakan untuk membuat lubang disebut Tugal. Tugal terbuat dari batang kayu panjang yang diruncingkan ujungnya sehingga dapat membuat lubang pada tanah. Menariknya dalam tradisi Manugal ada alat musik tradisional yang saat ini tergolong sangat langka dan hanya terdapat  di Kabupaten Murung Raya, selain menghasilkan bunyian-bunyian, alat musik ini juga berfungsi membuat lubang pada tanah. Masyarakat Dayak menyebutnya Kongkurung.

Sebagai upaya konkrit untuk memperkenalkannya kepada masyarakat luas sekaligus sebagai bagian dari pelestarian budaya, dan sekaligus memperingati hari jadi ke-20 Kabupaten Murung Raya, maka dipergelarkan Kongkurung oleh 817 peserta sebagai salah satu tradisi menanam padi masyarakat Dayak. 

Kehadiran dan kedudukannya mengindikasikan adanya sebuah makna sebagai manifestasi dari praktek gotong royong. Tradisi menanam padi dalam masyarakat Dayak Siang yang disebut Manugal, diwariskan turun temurun oleh para leluhur dan terus dilakukan hingga saat ini.

Komentar