Kamis, 04 Juni 2026 | 10:14
NEWS

Satukan Cara Pandang, FMKI Provinsi Maluku Gelar Workshop Tentang Moderasi Beragama

Satukan Cara Pandang, FMKI Provinsi Maluku Gelar Workshop Tentang Moderasi Beragama
Workshop FMKI Provinsi Maluku (Dok Ervan Tou)

ASKARA - Presidium Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI) Provinsi Maluku menggelar workshop tentang moderasi beragama, di Grand Avira Hotel Ambon, Selasa (19/7). 

Workshop tersebut mengambil tema Konsolidasi Masyarakat Katolik Demi Menghidupi Moderasi Beragama di Maluku dan dibuka Penjabat Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena. 

Tujuannya, untuk menyatukan cara pandang masyarakat plural dan multikultural pada umumnya tentang keragama dan perbedaan beragama di Indonesia dapat disikapi dengan bijak. 

Dalam sambutannya, Bodewin mengatakan, sebagai kota majemuk dengan jumlah penduduk cukup padat dan dihuni berbagai suku, ras dan agama yang pernah punya sejarah konflik bernuansa SARA, maka aspek pemeliharaan kerukunan agama dalam semangat moderasi, menjadi hal yang harus dibangun.

Menurutnya, hal itu menjadi jalan tengah dalam memahami ajaran agama. 

"Hal ini minimal agar konflik tidak lagi terjadi, dan kota ini menjadi contoh kerukunan sesuai visi Ambon tahun 2017-2022 yakni harmonis, sejahtera dan religius yang menunjukkan nilai toleransi, harmonisasi dan solidaritas sosial dalam pemeliharaan kerukunan agama, pembentukan karakter, spiritualitas dan itu menjadi perhatian pemkot," ujar Bodewin, menukil Siwalimanews.com, Selasa (19/7). 

Dari visi itu, kata Bodewin, Pemkot Ambon kemudian mengambil langkah strategis mengangkat brqnding Ambon City of Peace yang didukung dengan pembangunan fasilitas kegiatan beragama dan event-event nasional keagamaan. 

Hasilnya, Kota Ambon pernah mendapat predikat sebagao kota toleran dan kota dengan tingkat kerukunan bergama yang tertinggi di Indonesia.

Untuk itu, kata Bodewin, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan workshop yang digelar FMKI karena dapat menjadi salah satu upaya untuk terus membangun hubungan yang harmonis antar umat beragama di Maluku.

"Untuk itu, tetap jaga dan rawat kehidupan masyarakat yang rukun dan harmonis yang telah terjalin selama ini, dengan selalu mengedepankan komunikasi dan dialog, serta musyawarah dalam mencari mufakat, dengan menempatkan kepentingan masyarakat umum di atas kepentingan pribadi ataupun golongan," katanya. 

Dalam workshop itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Vox Point Indonesia, Yohanes Handojo Budhisedjati menjadi narasumber. 

Sedangkan pembicara kunci adalah Uskup Ambonia Mgr Seno Ngutra, Pr. Hadir juga Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon dan Pembina Katolik Maluku/ Dirsusda Vox Point Bali, NTB dan Maluku/Presidium FMKI Maluku Bernand Fanuleng.

Komentar