Kamis, 04 Juni 2026 | 06:37
NEWS

FMKI Desak Hentikan Kekerasan Negara, Serukan Kembalinya Demokrasi

FMKI Desak Hentikan Kekerasan Negara, Serukan Kembalinya Demokrasi
Ilustrasi kekerasan aparat keamanan (Dok Pixabay)

ASKARA – Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI) mengeluarkan pernyataan sikap keras terkait peristiwa di Pejompongan yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa. FMKI menilai tragedi tersebut sebagai bentuk brutalitas aparat yang bertentangan dengan prinsip demokrasi, hukum, dan hak asasi manusia.

Dalam rilis resminya, FMKI menyampaikan lima poin sikap. Pertama, menyatakan belasungkawa mendalam atas korban meninggal dunia. Kedua, mengutuk penggunaan kekerasan negara terhadap rakyat dalam menyampaikan aspirasi. Ketiga, mendesak elite politik dan partai untuk menghentikan keangkuhan politik serta menunjukkan keteladanan kenegarawanan.

Keempat, FMKI meminta Presiden bersama lembaga tinggi negara dan kepala daerah segera mengambil langkah konkret untuk mengembalikan jalannya demokrasi serta memastikan tegaknya negara hukum yang adil. Kelima, mendesak para elite politik mengakhiri pertarungan yang menguras energi bangsa dan berpotensi menimbulkan instabilitas sosial politik.

“Situasi keamanan dan kondisi sosial politik harus dijaga tetap kondusif demi kepentingan bangsa dan negara,” tegas Ketua Badan Pekerja FMKI, Ari Nurcahyo.

FMKI berharap tragedi ini menjadi momentum refleksi agar para pemimpin negara kembali berpihak pada rakyat dan mengedepankan nilai-nilai demokrasi.

 

Komentar