Rabu, 06 Juli 2022 | 13:25
NEWS

39 Pasukan Elite Kawal Jokowi Saat Bertemu Presiden Ukraina, Ada Tim Penyelamat Khusus

39 Pasukan Elite Kawal Jokowi Saat Bertemu Presiden Ukraina, Ada Tim Penyelamat Khusus
Pasukan Pengawal Presiden (Dok Paspampres)

ASKARA - Sebanyak 39 orang pasukan elite akan diterjunkan untuk mengawal  Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menemui Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Kyiv pada akhir Juni mendatang. 

Komandan Paspampres, Mayjen TNI Tri Budi Utomo mengatakan, pihaknya telah menyiapkan 39 personel yang akan mendampingi Presiden Jokowi.

"Kalau kita sendiri yang melekat ke beliau (Presiden Jokowi,red) ada 19 ditambah yang muatannya sendiri 10 di sana, berarti 29 ditambah dengan 10 orang yang sudah standby di sana," ungkap Tri Budi kepada wartawan, Kamis (23/6).

Tri Budi menjelaskan, persiapan pengawalan terhadap Jokowi telah dilakukan beberapa minggu lalu dengan latihan untuk mengantisipasi hal-hal yang tak terduga.

"Contohnya penyelamatan dari kereta api, penyelamatan di stasiunnya sendiri, di jalan seperti apa, meng-escape beliau itu kita sudah latihan, itu dari teknisnya," terang Tri Budi.

Pihaknya, kata Tri Budi, juga telah menyiapkan tim penyelamatan khusus yang tidak dibawa sebelumnya pada saat acara atau kunjungan kerja Jokowi. Tim penyelamat tersebut dikhususkan dalam kunjungan Presiden Jokowi ke Rusia dan Ukraina.

"Khusus ini kita membawa personel tersebut dengan menggunakan pakaian nantinya rencanannya akan menggunakan PDL TNI. Tapi untuk main grupnya kita sendiri tetap penyelamatan dengan meng-cover beliau secara langsung," jelasnya.

Dari 39 prajurit yang mendampingi Presiden Jokowi, 10 personel tergabung dalam tim penyelamatan, 19 personel grup utama dan 10 personel menjadi tim pendahulu yang sudah berada di Rusia ataupun Ukraina.

"Perlengkapan pun kita sudah siapkan helm, rompi yang kemungkinan kalau memang berkenan digunakan untuk kegiatan di sana kita juga sudah siapkan semuanya," ungkapnya.

Tri Budi juga menjelaskan terkait senjata yang akan digunakan tim elite tersebut untuk mengawal Presiden Jokowi.

"Untuk senjata yang biasanya kita tidak menggunakan senjata laras panjang dari pihak Ukraina juga sudah memberi kita keleluasaan untuk membawa senjata laras panjang sesuai dengan jumlah personil paspampres kita dengan amunisi yang tidak terbatas," tuturnya.

Tri Budi mengaku telah menghubungi pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang berada di Rusia dan Ukraina.

"Untuk komunikasi maupun koordinasi dengan mereka kita sudah lakukan di awal dengan KBRI dan selanjutnya nanti (tim) advance akan ke sana, lebih melekat lagi, nanti di dalam rangkaian kereta api kemungkinan juga mereka akan ikut di dalam situ namun kita batasi untuk jumlah tempatnya," pungkasnya.

Komentar