Rabu, 17 Juni 2026 | 18:05
NEWS

Puan Maharani Dorong Cuti Melahirkan Jadi 6 Bulan, KPAI Langsung Merespons

Puan Maharani Dorong Cuti Melahirkan Jadi 6 Bulan, KPAI Langsung Merespons
Komisioner KPAI Retno Listyarti (Dok Gatra.com)

ASKARA - Wacana Ketua DPR Puan Maharani yang mendorong agar cuti melahirkan diubah menjadi 6 bulan menindaklanjuti pembahasan Rancangan Undang-Undang Kesejahteraan Ibu dan Anak (KIA) yang sedang berjalan di DPR direspons Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia Retno Listyarti.

Retno Listyarti menilai, urgensi RUU KIA sangat besar bagi peradaban Indonesia. 

"Adanya cuti melahirkan yang cukup ideal akan membuat seorang ibu yang baru melahirkan memiliki kesehatan mental dan fisik yang baik dan anak pun bisa terjaga dan terawat dengan baik,” ungkap Retno kepada awak media, dikutip Senin (20/6).

Saat ini, sistem kerja mengharuskan seorang ibu yang baru melahirkan kembali bekerja sebulan kemudian. 

Menurut dia, tuntutan perusahaan ini kadang menembus hak Ibu untuk mengurus anaknya di masa asi eksklusif. 

“Banyak perempuan pekerja yang mengambil cuti menjelang melahirkan dan sudah bekerja kembali setelah sebulan melahirkan karena kadang tuntutan perusahaan. Ini yang mungkin urgen untuk diperbaiki,” ujar Retno.

Retno menekankan hubungan kedekatan yang intens antara Ibu dan anak sangat berdampak pada keterikatan Ibu dan bayi. Ini adalah hak yang tak bisa ditawar. 

“Karena cuti melahirkan akan sangat berdampak positif bagi keterikatan ibu dan bayi, menurunkan resiko kematian bayi, meningkatkan keberhasilan masa menyusui, dan lain-lain,” pungkas Retno.

Sebelumnya, Puan Maharani menegaskan pentingnya pengaturan ulang masa cuti hamil ini penting untuk menjamin tumbuh kembang anak dan pemulihan bagi Ibu setelah melahirkan.

Selain itu, cuti hamil ini juga untuk menekan angka stunting dengan peran Ibu yang lebih dominan. 

“DPR akan terus melakukan komunikasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan berkenaan dengan hal tersebut. Kami berharap komitmen Pemerintah mendukung aturan ini demi masa depan generasi penerus bangsa,” tutur Puan.(jpnn)

Komentar