Tak Akan Sendirian, PDIP Ingin Jalin Kerja Sama Besar di Pilpres 2024
ASKARA - Perolehan suara PDIP di Pemilu 2019 disebut menjadi modal politik yang penting bagi partai berlambang banteng moncong putih itu menuju Pemilu 2024.
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, partainya ingin menjalin kerja sama yang lebih besar lagi, sehingga memiliki kekuatan politik yang signifikan.
"Yang kami lakukan adalah bagaimana mewujudkan kepercayaan rakyat itu dengan menggalang kerja sama yang lebih besar dan pada akhirnya mempunyai kekuatan yang signifikan bagi bangsa," ungkap Hasto di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat (20/5).
Dikatakan Hasto, Indonesia merupakan bangsa gotong royong. Karena itu, dia menuturkan PDIP tidak akan sendirian.
"PDIP Perjuangan tidak bisa mengusung calon sendiri itu karena dukungan rakyat di dalam pemilu yang lalu, PDI Perjuangan dari bawah. Kita ini bangsa gotong royong, bangsa yang harus bekerja dengan seluruh komponen bangsa," ujarnya.
Berdasarkan UU Pemilu Nomor 7 Tahun 2017, hanya partai politik atau gabungan partai politik yang memiliki minimal 20 persen kursi di DPR atau 25 persen suara sah secara nasional pada pemilu anggota DPR sebelumnya yang dapat mengajukan capres/cawapres.
Hasto mengungkapkan, PDIP akan menggelar rapat kerja nasional (Rakernas) pada 10-13 Juni 2022. Rakernas akan membahas langkah-langkah strategis partai menjelang Pemilu 2024.
"Kami punya agenda yang sudah tertata, pada 10-13 Juni, kami akan rakernas kedua," ujarnya.
PDIP menempati posisi pertama di Pemilu 2019 sebagai partai dengan perolehan suara tertinggi. Partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri itu meraih 19,33 persen suara.

Komentar