Kamis, 04 Juni 2026 | 06:01
NEWS

Aset Oknum Polri Tersangka Pemilik Tambang Emas Ilegal Disita, Nilainya Bikin Geleng Kepala

Aset Oknum Polri Tersangka Pemilik Tambang Emas Ilegal Disita, Nilainya Bikin Geleng Kepala
Ilustrasi tambang (Dok Agincourrt Resources)

ASKARA - Sejumlah aset bernilai miliaran rupiah diduga milik Briptu Hasbudi, tersangka pemilik tambang emas liar di Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara) disita. 

Terbaru, penyidik Polda Kaltara menyita satu unit mobil Toyota Fortuner berwarna putih yang diduga diberikan kepada seseorang.

"Mobil ini baru kami temukan tadi malam di Tanjung Selor, akan tetapi orangnya tidak kami temukan. Mobil ini adalah milik HSB yang sudah diberikan kepada seseorang. Seseorang ini harus kami pastikan, tidak boleh berasumsi," kata Kapolda Kaltara Irjen Daniel Adityajaya, dikutip Selasa (10/5).  

Tak hanya itu, tiga jam tangan mewah merek Bradley juga disita sebagai barang bukti. Namun demikian, belum dapat ditaksir harga ketiga jam tersebut.

"Harganya kami belum bisa pastikan, yang jelas ini mahal," ucap Daniel.

Polisi juga menyita 3 ekskavator yang sempat beroperasi di lokasi tambang emas ilegal milik tersangka dan dua unit truk. 

"Satu unit ekskavator ini ditaksir harganya Rp2,5 miliar. Truk sekitar Rp500 juta," kata Daniel. 

Selain itu, dua kotak yang berisi senjata api semiotomatis dan sekitar 200 amunisi turut diamankan.

"Kami juga menyita DVR (digital video recorder) karena ada bukti petunjuk yang kami temukan berisi rekaman gudang sianida diduga milik HSB. Ada laptop juga yang akan kami analisis isinya apabila berkaitan dengan yang telah kami tersangkakan," bebernya. 

Sebelumnya, penyidik Polda Kaltara menyita aset Briptu Hasbudi lainnya, yaitu sebuah mobil Toyota Alphard dan Honda Civic. 

Hingga Senin (9/5) pagi, polisi juga telah mengamankan 11 speedboat diduga milik Briptu Hasbudi yang digunakan sebagai alat ataupun hasil dari kejahatannya. 

"Sebelas unit speedboat ini kami temukan secara bertahap di tempat yang berbeda-beda dengan kondisi kunci hilang dan baling-baling dicabut yang diduga sengaja untuk menghambat proses penyidikan," pungkas Daniel.(ant/jpnn)

Komentar