Pemerintah Soroti Masa Mudik, Jadikan Patokan Persiapan Endemi Covid-19
ASKARA - Pemerintah menjadikan mudik Lebaran 2022 sebagai patokan persiapkan peralihan masa pandemi Covid-19 ke endemi.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy mengatakan, pemerintah menjadikan tingkat penularan Covid-19 selama masa mudik sebagai sorotan.
Kata Muhadjir, sukses atau tidaknya masa mudik yang tidak meningkatkan kasus Covid-19 menjadi patokan.
"Jika program mudik ini sukses, serta kasus Covid-19 tidak meningkat pascalibur Lebaran, hal ini bisa meningkatkan rasa kepercayaan diri Indonesia untuk menyongsong era endemi," ungkap Muhadjir dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (30/4).
Muhadjir mempersilakan masyarakat menikmati momen mudik usai dua tahun terhambat pandemi. Namun, masyarakat diingatkan tetap waspada terhadap potensi penularan.
Muhadjir berharap tak ada penularan Covid-19 tinggi selama musim mudik.
"Semoga nanti perjalanannya aman dan sehat. Aman sampai perjalanan dengan gembira. Sehat artinya tidak membawa covid ke kampung halaman," ujarnya.
Sebelumnya, pemerintah mulai bicara kemungkinan peralihan pandemi Covid-19 menjadi endemi.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah masih menunggu keputusan WHO dan perkembangan di berbagai negara.
Namun demikian, Keputusan mengubah status pandemi Covid-19 menuju endemi Covid-19 di Indonesia berada di tangan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Tapi, Budi menekankan Indonesia saat ini masih berstatus pandemi Covid-19 dan belum endemi.
"Kalau itu keputusannya ada di bapak Presiden. Tapi kita juga memperhatikan negara-negara lain dan WHO seperti apa," ujar Budi kepada wartawan, Selasa (19/4).
Namun, Budi optimistis jika kasus Covid-19 akan terus menurun. Pasalnya, berdasarkan hasil survei seroprevalensi per Maret 2022 terhadap warga Indonesia menunjukkan bahwa setidaknya 99,2 persen penduduk Indonesia sudah memiliki antibodi Covid-19 baik secara alamiah maupun karena vaksinasi.

Komentar