Selasa, 30 Mei 2023 | 05:18
NEWS

Berkas Perkara Rampung, Rahmat Effendi Segera Diadili

Berkas Perkara Rampung, Rahmat Effendi Segera Diadili
Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi (Dok beritabekasi.co.id)

ASKARA - Berkas perkara Wali Kota nonaktif Bekasi Rahmat Effendi sudah dirampungkan Komisi Pemberantasan Korupsi, yang artinya segera disidangkan di pengadilan.

Hal itu diungkapkan Plt Juru Bicara KPK Bidang Penindakan, Ali Fikri. Menurutnya, tim penyidik telah merampungkan berkas tersebut pada Kamis (28/4) kemarin. 

"Tim penyidik, 28 April 2022, telah selesai melaksanakan tahap dua, yaitu penyerahan tersangka dan barang bukti dengan tersangka RE (Rahmat Effendi) dan kawan-kawan kepada tim jaksa," kata Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Jumat (29/4). 
 
Selain itu, KPK juga telah merampungkan berkas perkara Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan PTSP, M Bunyamin; Lurah Jatisari, Mulyadi; Camat Jatisampurna, Wahyudin; dan Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kota Bekasi, Jumhana Lutfi. 

Penahanan kelima orang itu ditambah menjadi 20 hari sampai 17 Mei 2022. Mereka berstatus tahanan jaksa.

Rahmat dan Wahyudin mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) KPK cabang Gedung Merah Putih. Sementara itu, Bunyamin, Mulyadi, dan Jumhana mendekam di Rutan KPK cabang Kavling C1.

"Pelimpahan berkas perkara dan surat dakwaan dalam waktu 14 hari kerja segera dilaksanakan tim jaksa ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor)," ujar Ali.

Mereka bakal diadili di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung. Berkas dakwaan langsung diserahkan ke Pengadilan Negeri Bandung setelah rampung.

Sebanyak 14 orang ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Bekasi. Sembilan orang ditetapkan sebagai tersangka.

Sebanyak lima tersangka berstatus sebagai penerima. Mereka ialah Rahmat Effendi; M Bunyamin; Mulyadi; Wahyudin; dan Jumhana Lutfi.

Sementara itu, empat tersangka sebagai pemberi suap. Mereka, yakni Direktur PT MAM Energindo, Ali Amril; pihak swasta, Lai Bui Min; Direktur Kota Bintang Rayatri, Suryadi; dan Camat Rawalumbu, Makhfud Saifudin.

Komentar