KPK Tetapkan Ade Yasin dan 7 Orang Lainnya Sebagai Tersangka
Pengin Pemkab Bogor Raih Predikat WTP
ASKARA - Bupati Bogor Ade Yasin ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap pengurusan laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2021.
Sebelumnya, dalam operasi tangkap tangan (KPK) mengamankan 12 orang. Dari jumlah itu, delapan di antaranya ditetapkan sebagai tersangka, termasuk Ade Yasin.
"Pada kegiatan operasi tangkap tangan, tim KPK mengamankan 12 orang pada Selasa 26 April sekitar pukul 23.00 WIB di Bandung dan Kabupaten Bogor," ungkap Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (28/4).
Dikatakan Firli, empat tersangka yang ditetapkan di antaranya sebagai pemberi suap, yaitu Ade Yasin, Bupati Kabupaten Bogor 2018-2023; Maulana Adam, Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Bogor; Ihsan Ayatullah, Kasubbid Kas Daerah BPKAD Kabupaten Bogor; dan Rizki Taufik, PPK pada Dinas PUPR Kabupaten Bogor.
Empat tersangka lainnya sebagai penerima suap yaitu Anthon Merdiyansah, pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat (Kasub Auditorat Jawa Barat III/Pengendali Teknis); Arko Mulawan, Pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat (Ketua Tim Audit Interim Kabupaten Bogor); Hendra Nur Rahmatullah Karwita, Pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat (Pemeriksa); dan Gerri Ginanjar Trie Rahmatullah, Pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat (Pemeriksa).
"AY selaku Bupati Bogor periode 2018-2023 berkeinginan agar Pemkab Bogor kembali mendapat predikat wajar tanpa pengecualian untuk TA 2021 dari BPK Perwakilan Jawa Barat," ujar Firli.
Dalam kegiatan tangkap tangan ini KPK menyita barang bukti berupa uang total Rp1,024 miliar yang terdiri dari Rp570 juta tunai dan uang rekening bank dengan jumlah Rp454 juta.
Sebelumnya, KPK menangkap Bupati Bogor Ade Yasin dalam operasi tangkap tangan Rabu (27/4).
Usai kena OTT, Ade Yasin langsung menjalani pemeriksaan awal dalam operasi senyap yang digelar di wilayah Jawa Barat 26-27 April 2022 itu.
Tim KPK turut menyita sejumlah barang bukti seperti uang tunai yang masih dalam perhitungan oleh penyidik.

Komentar