Rabu, 17 Juni 2026 | 18:58
NEWS

Ridwan Kamil Sampaikan Progres Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Uji Coba November

Ridwan Kamil Sampaikan Progres Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Uji Coba November
Ilustrasi kereta cepat (Dok kcic.co.id)

ASKARA - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyampaikan kabar terkait progres pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).

Pria yang kerap disapa Kang Emil itu mengatakan, uji coba KCJB rencananya akan digelar pada November 2022 bertepatan dengan perhelatan G20.

"Berita baik di November 2022 pada perhelatan G20, Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan memulai uji coba pengoperasian. Bulan November, warga Jawa Barat bisa melihat kereta cepat akan dipamerkan di G20," ujar Kang Emil, dalam konferensi pers di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (7/4).

Dikatakan, progres pembangunan proyek KCJB saat ini sudah mencapai 80 persen dan ditargetkan beroperasi untuk melayani masyarakat pada Juni 2023.

"Semua sesuai dengan progres. Jadi tidak betul tak ada pergerakan karena per hari ini sudah sesuai dengan target 80 persen," ujarnya.

Menurut Kang Emil, seiring tumbuhnya ekonomi, banyak pelaku usaha properti yang berminat membangun bisnis di titik Transit Oriented Development (TOD). Titik paling progresif yang banyak diminati investor adalah di Stasiun Halim, Jakarta.

"Di Halim, sudah ada pengembang yang akan membangun rumah sakit, mal dan lain-lain. Kemudian TOD di Karawang ada hotel dan perkantoran," katanya.

Lalu di titik Walini, Kabupaten Bandung Barat akan dibangun stasiun bekerja sama dengan pihak ketiga. Kemudian, di Stasiun Tegalluar Bandung sebagai stasiun akhir KCJB akan dibangun jembatan penyeberangan untuk kendaraan.

"Ada opsi pihak ketiga menyumbangkan stasiunnya, sehingga dengan PTPN VIII bisa mengembangkan Kota Baru Walini," ucapnya. 

Menurut Kang Emil, hadirnya kereta cepat bukan hanya sebagai alat transportasi. Terpenting adalah sebagai alat pertumbuhan ekonomi di setiap wilayah jalur Jakarta-Bandung.

"Kereta cepat ini fungsinya dua. Pertama, sebagai alat transportasi dan kedua lebih penting adalah alat untuk pertumbuhan wilayah di jalur kereta cepat," jelasnya.

Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China Dwiyana Slamet Riyadi mengatakan semua kendala mengenai pembangunan terowongan sudah diselesaikan. Dari total 13 terowongan, saat ini sudah terbangun 12.

Dwiyana memastikan selesainya pembangunan terowongan akan membantu progres pembangunan bidang lainnya.

"Kami sudah melintasi kilometer 145 ke arah Tegalluar, dan Cileunyi. Jadi kendala di tunnel sudah selesai, dari 13 tinggal satu tunnel. Saat ini (proyek) sudah melintasi kilometer 145 ke arah Tegalluar, dan Cileunyi," tandasnya.

Komentar