Sudah Bantu Seratus Dua Puluh Ribu Orang, Anggota Wantimpres Minta IDI Anulir Pemecatan Dokter Terawan
ASKARA - Keputusan Majelis Kehormatan Etik Kedokteran Ikatan Dokter Indonesia (MKEK IDI) yang merekomendasikan pemecatan Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto diminta ditinjau kembali.
Permintaan tersebut disampaikan Anggota Wantimpres RI, HR Agung Laksono. Menurut Agung Laksono, keputusan MKEK IDI itu ditentang masyarakat yang menganggap IDI sebagai lembaga yang arogan dan tidak fair.
Kata Agung Laksono, Terawan justru membantu puluhan ribu orang dengan mengembangkan Vaksin Nusantara yang dibuat oleh anak-anak bangsa untuk mengurangi produksi vaksin impor.
"IDI adalah organisasi profesi kedokteran yang terhormat, jangan sampai keputusan yang dibuat IDI malah memunculkan pendapat yang negatif dari masyarakat terkait pemecatan dokter Terawan. Apalagi sekarang sudah ada suara-suara di masyarakat yang mengatakan bahwa IDI arogan dan tidak fair terhadap dokter Terawan," ungkap Agung Laksono dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (29/3).
Mantan Menko Kesra (kesehatan Rakyat) itu berharap, IDI menganulir keputusannya memecat dokter Terawan.
"Tanpa ikut campur lebih jauh, sebaiknya putusan IDI itu ditinjau kembali, dianulir saja. Kalau ada kekurangan-kekurangan atau masalah yang sifatnya administratif toh masih bisa diperbaiki, tidak langsung dipecat," kata dia.
Secara pribadi, Agung Laksono mengaku sangat menyayangkan keputusan pemecatan IDI terhadap dokter Terawan. Dia menilai Terawan sosok dokter yang banyak berjasa bagi masyarakat dan bangsa ini.
"Dokter Terawan ini orang baik yang banyak berjasa di masyarakat sekaligus memberikan inovasi bagi dunia medis di Tanah Air bahkan internasional. Tapi kok ini rasanya seperti dikuyo-kuyo seperti musuh besar," katanya.
Sebaliknya, sebagai organisasi profesi yang diberi kewenangan dalam Undang-undang, lanjut Agung Laksono, harusnya IDI bisa lebih mengayomi dan membina para anggotanya serta terbuka dengan berbagai inovasi di bidang kesehatan, farmasi dan kedokteran.
"Apa salah dokter Terawan sampai dipecat permanen? Dokter Terawan bukan malpraktik atau melakukan tindakan kejahatan. Justru puluhan ribu orang banyak dibantu oleh dia dengan mengembangkan vaksin Nusantara yang dibuat oleh anak-anak bangsa ini untuk mengurangi produksi vaksin impor," tuturnya.

Komentar