Senin, 15 Juni 2026 | 17:35
NEWS

Pihak Rusia Klaim Bunuh Sniper Paling Mematikan di Dunia, Hanya 20 Menit Setelah Beraksi

Pihak Rusia Klaim Bunuh Sniper Paling Mematikan di Dunia, Hanya 20 Menit Setelah Beraksi
Wali, Sniper yang punya rekor bunuh 40 musuh perhari (CBC News: The National-YouTube screenshot)

ASKARA - Masih ingat dengan penembak jitu atau sniper paling menakutkan di dunia dan punya rekor mengerikan yang berangkat perang membela Ukraina. 

Ya, sosok yang bisa membunuh 40 orang musuh dalam sehari tersebut dikenal dengan nama Wali, sniper asal Prancis-Kanada salah satu fenomena di dunia. 

Kabar terbaru, menurut laporan sejumlah media asal Rusia, anggota kelompok sniper dengan rekor pembunuhan jarak sejauh 3.540 meter itu telah tewas dalam  pertempuran di Mariupol, Ukraina. 

"Wali, sniper Kanada yang dijuluki 'penembak jitu paling mematikan di dunia' Dibunuh oleh Pasukan Rusia hanya 20 menit setelah beraksi di Mauripol," klaim akun @Russiainforma di Twitter, Selasa (15/3) lalu.

Tak lama setelah kabar itu tersiar, Ukraine News UK dan Daily Mail langsung membantah dan meyakinkan masyarakat Ukraina bahwa sang sniper legendaris masih berjuang untuk mereka. 

Sehari sebelumnya, Senin (14/3), Daily Mail menerbitkan artikel hasil wawancara eksklusif lewat sambungan telepon dengan Wali.

Ketika itu, Wali mengaku sedang bersembunyi di pinggiran Kyiv menunggu pasukan Rusia yang berusaha memasuki ibu kota Ukraina tersebut.

Tidak ada pernyataan atau isyarat dia akan pindah dari lokasi tersebut dalam waktu dekat. 

Sementara itu, Ukraine News UK berkicau di Twitter bahwa per 15 Maret, Wali telah membunuh 11 tentara Rusia.  

Rusia diduga sengaja menyebarkan kabar hoaks tersebut untuk mematahkan semangat warga Ukraina. 

"Wali tidak (berada) dan tidak pernah beroperasi di Mariupol. Menurut intox Rusia, dia dibunuh di kota ini," tulis seorang anggota Brigade Norman di media sosial.

Brigade Norman adalah sebuah unit bentukan eks tentara Inggris dan Kanada yang berperang untuk kebebasan Ukraina. Tidak jelas apakah Wali juga bagian dari kelompok ini. 

Anggota Brigade Norman itu kemudian menuduh Rusia sengaja membanjiri media sosial dengan informasi palsu untuk memancing musuh mengungkap lokasi Wali sebenarnya. 

"Ini metode yang digunakan dalam psyops (operasi psikologis). Jadilah orang cerdas. Pembunuhan yang tak terkonfirmasi bukanlah pembunuhan," tambah anggota Brigade Norman.

Tak banyak yang diketahui tentang Wali selain rekor-rekor mengerikannya di Afghanistan sebagai anggota Canadian Royal 22nd Regiment. 

Dia juga diketahui memiliki tunangan dan seorang anak yang baru lahir di Kanada. Demi merekalah dia merahasiakan identitas dengan nama samaran Wali, kata yang dalam bahasa Arab berarti pelindung.  

Wali khawatir jika identitasnya diketahui khalayak ramai, Presiden Rusia Vladimir Putin akan mengirim regu pembunuh untuk menghabisi kedua orang tersayangnya di Ottawa, Kanada. (jpnn)

Komentar