Minggu, 07 Juni 2026 | 20:30
NEWS

Bagaimana Keistimewaan Selawat, Ini Kata Gus Baha

Bagaimana Keistimewaan Selawat, Ini Kata Gus Baha
Gus Baha (Dok nu.or.id)

ASKARA - Keistimewaan selawat yang selama jarang disampaikan diungkapkan Kiai Haji (KH) Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha. 

Gus Baha menjelaskan hal itu berdasar Kitab Ithaf Sadat al-Muttaqin Syarah Ihya Ulumiddin karya Syekh Murtadza az-Zabidi (1025 H). Dalam kitab tersebut, terungkap alasan mengapa tradisi selawat sangat penting bagi umat Muslim.

Ulama asal Rembang itu terlebih dahulu menjelaskan sejarah kenabian bahwa Nabi Muhammad SAW diutus Allah SWT setelah Nabi Isa As. Kata dia, ada tragedi besar dalam sejarah kenabian Isa As lantaran dipertuhankan oleh umatnya. 

"Nabi Isa di-Tuhan-kan karena umatnya terlalu berlebihan dalam mencintai. Namun, oleh orang Yahudi Nabi Isa menjadi masalah karena dianggap anak zina. Ini dua sisi yang berseberangan," tutur Gus Baha dalam video pengajiannya yang diunggah akun Santri Gayeng di YouTube, dikutip Minggu (13/3). 

Gus Baha megutip Hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari nomor 344 yang berbunyi: “Janganlah kalian berlebih-lebihan dalam memujiku (Muhammad), sebagaimana orang-orang Nasrani telah berlebih-lebihan memuji Isa putra Maryam. Aku hanyalah hamba-Nya, maka katakanlah, hamba Allah dan Rasul-Nya."

Gus Baha mengatakan, berdasarkan Kitab Ithaf Sadat al-Muttaqin yang menegaskan bahwa selawat akan menjaga tauhid umat Muslim sampai Hari Kiamat.

Dalam selawat, kata dia, jelas mana yang Tuhan dan mana yang Nabi. 

"Posisi Tuhan jelas. Allah adalah pemberi dan Nabi Muhammad bagaimana pun hebatnya adalah penerima," jelasnya. 

"Artinya, mungkin enggak umat Islam menuhankan Muhammad? Nggak mungkin, artinya ini barakahnya selawat, ya bukti takzim dan bukti tauhid," imbuhnya. (jpnn)

Komentar