KKB Bunuh Pekerja Sipil dan TNI di Papua, Ini Kata Danjen Kopassus
ASKARA - Teror yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua kian beringas.
8 orang karyawan PT Palapa Timur Telematika (PTT) yang sedang mengerjakan Tower Base Transceiver Station (BTS) 3 Telkomsel di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak tewas diserang KKB, pada Rabu (2/3).
Satu dari korban tersebut bernama Bebi Tabuni merupakan anak kepala suku di Distrik Ilaga, Abeloni Tabuni. KKB juga menyerang salah satu prajurit Satgas Kodim Yonif R 408/SBH hingga terluka.
Seorang dari rombongan pendulang emas Kali Ei, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo tewas akibat tindakan keji KKB pada Senin (7/3).
Penyerangan oleh KKB juga dialami pekerja proyek pembangunan rumah bantuan sosial di Kampung Kumbalagupa, Distrik Sugapa Kabupaten Intan Jaya, Selasa (8/3).
Korban Aris Kalan mengalami luka parah di bagian leher belakang akibat tebasan benda tajam berupa parang.
Korban yang mengalami luka sabetan parang di bagian leher belakang dengan panjang 16 cm, kedalaman 5 cm, sudah dievakuasi ke Nabire untuk mendapat perawatan lebih lanjut.
Terkait hal itu, Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus, Mayjen TNI Widi Prasetijono mengatakan, pihaknya belum mendapat petunjuk dari Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa ihwal rencana penambahan personel ke Papua.
Sampai saat ini, kata Widi, pihaknya masih menunggu bila memang penambahan personel tersebut diperlukan.
“Sementara ini rencana (penambahan personel) belum ada. Tapi ya kami menunggu petunjuk dari Panglima TNI selalu pengguna pasukan TNI," kata Widi di Balai Komando, Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (10/3).
Widi menjelaskan, saat ini Korps Komando Pasukan Baret Merah hanya memberlakukan Bantuan Kendali Operasi (BKO) personel saja. Kata dia, pendekatan yang dilakukan di Papua pun sudah berubah menjadi pembinaan teritorial (Binter).
"Terkonsentrasi melaksanakan kegiatan binter saja di sana. Sehingga tentunya semua operasi di Papua dilaksanakan oleh Pangdam Cendrawasih dan Pangdam Kasuari," ucap Widi.
"Sifatnya itu kami Kopassus itu BKO-kan personel untuk melaksanakan tugas," pungkasnya.

Komentar